• Minggu, 2 Oktober 2022

Palestina Terkubur, Israel Berkibar, Arab Bersujud Pada Trump

- Kamis, 17 September 2020 | 13:00 WIB
Ilustrasi muid/watyutink.com
Ilustrasi muid/watyutink.com

Oleh: Gigin Praginanto
Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Watyutink.com - Sekarang ini bangsa Palestina benar-benar harus berjuang sendiri melawan Israel. Para tetangganya, yang dulu pernah serius mendukung perjuangan kemerdekaannya, kini sibuk dengan diri. Mereka bahkan mulai mengibarkan bendera putih kepada Israel.

Sementara itu, mereka juga melanjutkan saling bunuh. Di Yaman, Libya, dan Suriah bom-bom dan desingan peluru tak kunjung reda. Pelaku dan korban sama-sama orang Arab dan suka meneriakkan takbir.

Seperti raja-raja Nusantara yang akhirnya bertekuk lutut kepada VOC, kini Israel dan Amerika kian berkibar karena menjadi tumpuan harapan sebagian bangsa Arab yang ingin keluar sebagai pemenang. Lihat saja, Bahrain dan Uni Emirat Arab telah menandatangani pakta perdamaian dengan Israel.

Tak seperti biasanya, Arab Saudi bungkam. Kekuatan ekonomi terbesar di dunia Arab ini bahkan dikabarkan akan melakukan hal yang sama, bersujud di hadapan Israel dan Amerika Serikat.

Semua itu jelas merupakan kemenangan besar bagi Israel dan sponsor utamanya, Amerika Serikat. Dunia Arab bahkan Islam seolah menanti waktu untuk menjadi bersujud ke Tel Aviv dan Washington.

Kenyataan itu membuktikan bahwa Israel dan para bekingnya tak perlu lagi mengerahkan pasukan untuk menundukkan dunia Arab bahkan Islam. Mereka cukup menebar senjata dan hoaks. Lalu menonton dari kejauhan bagaimana target mereka saling bantai.

Hal ini membuktikan bahwa bangsa Arab yang dulu pernah menjadi superpower dan pelopor ilmu pengetahuan seperti tak pernah belajar dari sejarah. Mereka terus saja saling melemahkan, dan meninggalkan gairah pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasilnya, kini Arab menjadi bangsa konsumen produk impor terutama dari Barat.

Apa yang terjadi di dunia Arab mengingatkan pada bagaimana VOC menaklukkan satu per satu para raja di bumi Nusantara. Diawali dengan perjanjian persahabatan, disusul bantuan senjata kepada raja yang sedang bertarung melawan saudara atau tetangganya sendiri. Setelah sukses menghabisi lawannya, sang raja wajib menyerahkan kedaulatan negaranya kepada VOC.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Menteri Keuangan RI

Sabtu, 3 September 2022 | 08:00 WIB

Neraca Keuangan Minyak Bumi, dan Subsidi Listrik

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Anomali dan Pembodohan Istilah Subsidi BBM

Jumat, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB
X