• Senin, 15 Agustus 2022

Ancaman Krisis Ekonomi Masih Ada!

- Rabu, 30 Juni 2021 | 17:00 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME
Dosen Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan dan Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya Jakarta

Watyutink.com - Menurut Market Business News, krisis ekonomi adalah keadaan di mana perekonomian di suatu negara mengalami penurunan secara drastis, mengalami penurunan PDB, kenaikan harga bahan pokok, inflasi tinggi, konsumsi dan investasi turun, pemutusan hubungan kerja (PHK) tinggi, depresiasi nilai tukar, anjloknya harga properti, anjloknya harga saham.

Definisi lain menyatakan resesi ekonomi terjadi jika pertumbuhan ekonomi yang negatif selama 2 triwulan atau kuartal berturut-turut. Pasar uang juga memberikan sinyal potensi terjadinya resesi ekonomi. Selisih imbal beli surat berharga jangka panjang (tenor 10 tahun) dengan surat berharga jangka pendek. Berbagai variabel seperti penurunan PDB, konsumsi dan investasi turun, PHK, anjloknya harga properti paling tidak bisa menjadi indikasi akan adanya potensi ancaman krisis ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif pada kuartal I-2021. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian di tiga bulan pertama tahun ini minus 0,74 persen (yoy). Perekonomian pada tahun 2021 mengalami perbaikan dibandingkan tahun 2020.

Pada kuartal II-2020, ekonomi terkontraksi sehingga pertumbuhannya minus 5,32 persen (yoy), mulai membaik pada kuartal III-2020 yang minus 3,49 persen (yoy), dan kuartal IV-2020 kontraksi kembali mengecil menjadi minus 2,19 persen (yoy). Walaupun sudah menunjukkan perbaikan pertumbuhan yang cukup berarti, namun pertumbuhan negatif pada kuartal 1- 2021 masih menunjukkan perekonomian Indonesia masih dalam kondisi resesi. Resesi yang berkepanjangan merupakan ancaman yang serius terjadinya krisis keuangan yang berlanjut ke krisis ekonomi.

Perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 pemicunya bukan hanya kebijakan pembatasan sosial dan perubahan mobilitas dan perilaku masyarakat, namun ketidakpastian ekonomi yang ditimbulkan oleh perang dagang antar negara yang dimulai dari perang dagang AS-Tiongkok mempunyai andil cukup kuat. Keberhasilan Vaksinasi Covid 19 paling tidak akan menjadi solusi meningkatnya mobilitas masyarakat, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan selanjutnya pemulihan ekonomi dapat terjadi dengan cepat.

Namun demikian, vaksinasi berkaitan dengan penyediaan vaksin, distribusi vaksin, kesediaan masyarakat untuk divaksin dan kemujaraban vaksin. Kegagalan kegiatan vaksinasi dalam menghentikan penyebaran Covid-19 akan menurunkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kembali kebijakan pembatasan sosial dan tentu saja pemulihan ekonomi yang diharapkan sulit terjadi.

Jika kita mengasumsikan kegiatan vaksinasi berhasil, maka pemulihan ekonomi diharapkan akan berhasil juga. Pemulihan ekonomi membutuhkan waktu relatif lama dan dana utang besar yang akan menimbulkan permasalahan di kemudian waktu. Berkaitan dengan hal ini perlu diperhatikan posisi variabel ekonomi dan keuangan saat ini dan sebelumnya

Kondisi lain yang juga perlu diperhatikan saat ini hampir seluruh negara di dunia ini juga mengalami krisis, sehingga membutuhkan dana pemulihan ekonomi yang besar dengan menjual obligasi pemerintah. Kompetisi pencarian dana pemulihan ekonomi akan mendorong suku bunga obligasi meningkat.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X