• Selasa, 9 Agustus 2022

Petisi 30x30 Untuk Bumi

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 11:32 WIB
Ilustrasi Muid Watyutink.com
Ilustrasi Muid Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Lautan yang merupakan 70 persen permukaan planet Bumi adalah tempat lebih dari tiga miliar penduduk dunia bergantung untuk mata pencaharian mereka. Di Indonesia, menurut Bank Dunia, sektor perikanan mendukung 7 juta pekerjaan, dan menyediakan lebih dari 50 persen kebutuhan protein hewani negeri ini.

Ekosistem laut memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia, sehingga kemudian berkembang istilah ekonomi biru. Pada dasarnya ekonomi biru meliputi industri berbasis laut seperti perkapalan, penangkapan ikan, pembangkit listrik tenaga bayu, dan pengembangan bioteknologi kelautan. Lautan juga menyediakan aset alam dan jasa ekosistem termasuk makanan, rekreasi, jalur pelayaran, dan penyerapan karbon.

Namun, menurut Second World Ocean Assessment - Kajian Lautan Dunia Kedua yang baru-baru ini dikeluarkan, banyak manfaat yang diberikan lautan global dirusak oleh aktivitas manusia yang berlebihan.

Sampah ada di semua habitat laut, sehingga memengaruhi lingkungan dan menganggu organisme laut. Sekitar 90 persen spesies bakau, padang lamun, dan tumbuhan rawa, serta 31 persen spesies burung laut, kini terancam punah.

Meningkatnya emisi karbon karena kegiatan manusia telah menyebabkan pengasaman laut dan bersama-sama dengan pemanasan dan deoksigenasi mengakibatkan hilangnya keanekaragaman hayati. Sedangkan penangkapan ikan yang berlebihan diperkirakan menyebabkan kerugian tahunan sebesar 88,9 miliar dolar AS. Uang itu seharusnya dapat bermanfaat bagi 700 juta orang termiskin di dunia melalui dukungan pendapatan, makanan, dan respons kesehatan terhadap pandemi virus corona.

Karenanya, pada World Ocean Day, Hari Laut Sedunia yang jatuh minggu ini, marak kampanye 30x30. Ini adalah  adalah panggilan untuk para pemimpin dunia melalui petisi, agar mereka melindungi setidaknya 30 persen dari Planet Bumi, termasuk daratan dan lautan, pada 2030.

Pada tahun 2020, hanya 15 persen daratan di Bumi dan 8 persen perairannya yang dilindungi di bawah designasi seperti taman nasional atau kawasan konservasi laut. Para ilmuwan mengatakan bahwa angka itu tidak cukup sebab kepunahan mengancam lebih dari satu juta spesies tumbuhan dan hewan. Karenanya untuk meredam kepunahan massal dan menangani perubahan iklim, mereka mendesak agar manusia melindungi 30 persen daratan dan lautan, yang harus dicapai pada 2030.

Di Indonesia luas kawasan konservasi hutan sekitar 27 juta hektar, sedangkan kawasan konservasi perairan lebih dari 23 juta hektar. Masing-masing 14 persen dan 12 persen dari total luas Indonesia.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X