• Senin, 15 Agustus 2022

Taper Tantrum Ancam Pemulihan Ekonomi, Waspadalah!

- Selasa, 15 Juni 2021 | 12:00 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Watyutink.com – Gempuran pandemi Covid-19 di Tanah Air kembali meningkat akhir-akhir ini pasca Lebaran dan liburan. Sejumlah daerah kembali kepada zona merah, bahkan ada yang hitam karena melonjaknya jumlah orang yang terpapar virus corona.

Berita buruk tersebut membayangi kegembiraan bahwa ekonomi Indonesia akan pulih lebih cepat pascaresesi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Beberapa indikator menunjukkan geliat ekonomi yang sangat kuat belakangan ini.

Sebagai contoh Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Indeks ini terus menguat yang menunjukkan konsumen semakin percaya diri melihat perekonomian saat ini dan beberapa bulan ke depan. Bank Indonesia mengungkapkan IKK periode Mei 2021 sebesar 104,4, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 101,5. IKK berada di atas 100 bermakna konsumen optimistis memandang perekonomian.

Bank Indonesia menyebutkan keyakinan konsumen terpantau membaik pada sebagian besar kategori seperti tingkat pengeluaran, tingkat pendidikan, dan kelompok usia responden. Secara spasial, keyakinan konsumen membaik di enam kota yang disurvei, tertinggi di kota Medan, diikuti oleh Surabaya dan Manado.

Kenaikan IKK menjadi indikasi meningkatnya konsumsi dan semakin menguatkan ekspektasi Indonesia lepas dari resesi mulai kuartal kedua tahun ini.

Membaiknya IKK berbarengan dengan menguatnya Purchasing Managers’ Index Indonesia. IHS Markit merilis data aktivitas sektor manufaktur yang memperlihatkan PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2021 sebesar 55,3, naik dibandingkan April yang berada di posisi 54,6. PMI manufaktur pada April sudah yang tertinggi, namun masih naik lagi pada Mei sehingga memecahkan rekor angka PMI yang ada sebelumnya.

Terus meningkatnya ekspansi sektor manufaktur menjadi kabar bagus bagi Indonesia, dan memperkuat optimisme akan lepas dari resesi. Sektor manufaktur berkontribusi sekitar 20 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia.

Kabar baik lain adalah lapangan kerja mulai tercipta. Dunia usaha melakukan rekrutmen tenaga kerja untuk kali pertama dalam 15 bulan terakhir untuk mengimbangi peningkatan produksi. Kenaikan permintaan membuat perusahaan meningkatkan kapasitas.

Membaiknya sejumlah indikator ekonomi tersebut diharapkan terus bertahan, tidak terganggu oleh lonjakan penularan Covid-19. Belajar dari pengalaman sebelumnya, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat mengatasinya dengan baik, sehingga pandemi tidak menjadi bencana bagi pemulihan ekonomi.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X