• Rabu, 10 Agustus 2022

Koperasi yang Merawat Bumi

- Sabtu, 3 Juli 2021 | 10:45 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Ketika pada tahun 1844 Rochdale Pioneers mendirikan gerakan koperasi modern di Lancashire, Inggris, mereka pastilah tidak menyangka bahwa kini ada 3 juta koperasi di seluruh dunia, dengan jumlah anggota lebih dari 1 miliar orang.

Koperasi pertama itu didirikan untuk memberikan alternatif makanan yang terjangkau dan berkualitas bagi pekerja dengan pendapatan rendah, melalui surplus yang ada sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Sejak itu, gerakan koperasi berkembang, meluas ke seluruh dunia dan mencakup semua sektor ekonomi.

Di Indonesia ada sekitar 127,000 ribu lebih koperasi aktif. Menurut Undang-Undang, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Hari ini, tanggal 3 Juli, dunia merayakan “Hari Koperasi Internasional” yang bertema Rebuild Better Together – Bersama Membangun Kembali dengan Lebih Baik.” Koperasi di seluruh dunia akan menunjukkan bagaimana mereka menghadapi krisis pandemi COVID-19 dengan solidaritas dan ketahanan, serta menawarkan pemulihan yang berpusat pada masyarakat dan adil secara lingkungan.

Sejumlah koperasi di berbagai Negara di dunia, sebagaimana dicatat oleh International Cooperative Alliance – Aliansi Koperasi International, sejak lama aktif melaksanakan program yang merawat Bumi.

Liga Koperasi Thailand mempunyai program “Tanam pohon untuk menghemat air” dan mendorong anggota koperasi menanam pohon, dengan slogan “Satu Koperasi, Satu Pohon.”

Koperasi Pupuk Petani India menyediakan pupuk berbasis tanaman berkelanjutan kepada anggotanya,  dimulai dengan pupuk hayati dan kini fokus pada pupuk nano. Koperasi juga mengenalkan Sagarika, produk nutrisi tanaman lengkap berbahan dasar rumput laut.

Serikat Koperasi Konsumen Jepang mengurangi emisi karbon dioksida penyebab perubahan iklim  melalui berbagai inisiatif, termasuk penerapan energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi fasilitas bisnis, dan pengurangan penggunaan plastik.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X