• Senin, 15 Agustus 2022

Memberi Tanpa Lupa Alam

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 10:45 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Selama lebih dari satu dekade Charities Aid Foundation menerbitkan World Giving Index, gambaran tentang lingkup dan sifat memberi di seluruh dunia. Laporan mutakhir mengukuhkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia.

CAF World Giving Index 2021 merujuk pada data 114 negara yang mewakili lebih dari 90% populasi dunia. Adapun kriteria penilaian meliputi membantu seseorang tidak dikenal namun membutuhkan pertolongan, menyumbangkan uang untuk amal, dan menjadi sukarelawan di sebuah organisasi.

Indonesia memiliki skor indeks tertinggi dengan lebih dari delapan di antara 10 orang Indonesia menyumbangkan uang pada tahun 2020. Mengamati situs donasi di Indonesia, dana yang terkumpul selama pandemi digunakan untuk berbagai hal seperti memberdayakan UMKM melawan pandemi, membantu anak-anak yang kelaparan, menyediakan sembako, dan memberikan makanan untuk tenaga kesehatan.

Sejak pandemi mulai merebak pada 2020 sebuah inisiatif bernama “Untuk Indonesia” yang digagas oleh para profesional, menggalang bantuan dan kemudian memasak sendiri serta mengirimkan makanan sehat, lezat dan praktis untuk tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah.

Menu setiap harinya selalu berganti. Dalam satu hari bisa berupa ayam woku, tahu Bandung, lalaban, dan juice buah. Hari lain, balado tenggiri, sayur cap cay, telur dadar, dan air kelapa muda. Kadang juga daging sapi bumbu kecap, sayur kol, telur orak-arik dan susu.

Ada beberapa hal yang mendasari kegiatan ini. Pertama, keprihatinan terhadap risiko tinggi pekerjaan tenaga kesehatan yang memerlukan stamina prima. Kedua, keinginan membangkitkan UMKM, dan memberi pekerjaan kepada mitra usaha kuliner terkurasi. Ketiga, mengajak sesama untuk lebih berempati dan berbagi. Keempat “Memberi Tanpa Lupa Alam.”

Memberi Tanpa Lupa Alam, mengingatkan kita bahwa dalam menggalang bantuan dan melaksanakan berbagai kegiatan, para pelaku tetap harus menjaga alam karena kehidupan manusia sangat bergantung padanya.

Semakin banyak bukti bahwa tindakan manusia mengubah tata guna lahan, untuk keperluan sandang, pangan dan papan, menjadi salah satu penyebab mewabahnya penyakit zoonosis, yang berjangkit dari hewan ke manusia, seperti Covid-19.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X