• Senin, 15 Agustus 2022

Turun Peringkat, Lengan Baju Diangkat

- Senin, 12 Juli 2021 | 16:30 WIB
Ilustrasi Muid Watyutink.com
Ilustrasi Muid Watyutink.com

Watyutink.com – Pandemi Covid-19 mengoreksi peringkat Indonesia dari semula negara berpendapatan menengah atas menjadi negara berpendapatan menengah bawah. Bank Dunia mencatat Indonesia mengalami penurunan gross national income (GNI) per kapita dalam nilai tukar dolar AS berjalan (current) sehingga posisinya harus turun satu peringkat.

Posisi terbaru Indonesia terlihat dari pendapatan per kapita per tahun yang semula 4,050 dolar AS per kapita per tahun turun menjadi 3,870 dolar AS.  Secara sederhana bisa dikatakan bahwa perekonomian Indonesia mengalami penurunan.

Pandemi Covid-19 dituding sebagai biang keladi terjadinya resesi ekonomi di Indonesia sehingga wajar berdampak pada penurunan pendapatan per kapita. Namun Covid-19 yang juga menjangkiti negara lain tidak menyebabkan penurunan peringkat negara tersebut. Kemungkinan besar karena mereka mampu menangani pandemi ini dengan baik sehingga tidak sampai membuat ekonominya merosot tajam.

Untuk diketahui, Bank Dunia membagi perekonomian dunia ke dalam empat kelompok pendapatan, yakni negara berpenghasilan rendah, menengah-bawah, menengah-atas, dan tinggi. Klasifikasi diperbarui setiap tahun pada 1 Juli dan didasarkan pada gross national income (GNI) per kapita dalam nilai tukar dolar AS berjalan (current) yakni menggunakan nilai tukar metode Atlas tahun sebelumnya. Pada laporan per 1 Juli 2021, digunakan nilai tukar metode Atlas 2020.

Klasifikasi kelompok pendapatan dari satu negara bisa berubah karena dua alasan. Pertama, faktor-faktor seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan penduduk mempengaruhi GNI per kapita. Kedua, revisi metode penghitungan dan data juga dapat berpengaruh pada kasus tertentu.

Untuk menjaga ambang klasifikasi pendapatan agar tetap secara riil, maka disesuaikan setiap tahun dengan menghitung inflasi. Deflator The Special Drawing Rights (SDR) digunakan, yang merupakan rata-rata tertimbang dari deflator PDB China, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan kawasan Euro.

Tahun ini, ambang batas setiap kategori naik sejalan dengan inflasi. Untuk negara berpendapatan rendah, semula di bawah 1.035 dolar AS menjadi dibawah 1.046 dolar AS per kapita per tahun. Negara berpendapatan menengah bawah dari 1,035 – 4,045 dolar AS menjadi 1,046 – 4,095 dolar AS, negara berpendapatan menengah atas dari 4,046 -12,535 dolar AS menjadi 4,096 -12,695 dolar AS, dan negara berpendapatan tinggi dari > 12,535 dolar AS menjadi > 12,695 dolar AS.

Dengan klasifikasi yang telah diperbarui tersebut, ada negara yang naik peringkat, tetap, dan turun. Indonesia termasuk yang melorot bersama dengan Belize, Iran, Panama, Mauritius, Rumania, dan Samoa.

Bank Dunia menjelaskan mengapa negara tersebut turun peringkat. Di Belize, pariwisata sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19, sehingga terjadi penurunan besar dalam Atlas GNI per kapita. Untuk Iran, Atlas GNI per kapita diperbarui untuk memperhitungkan lebih baik beberapa nilai tukar yang berlaku.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X