• Jumat, 7 Oktober 2022

2 Tahun Jokowi: Distorsi Pembangunan Ekonomi

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:30 WIB
Ilustrasi muid/watyutink.com
Ilustrasi muid/watyutink.com

Perpres yang baru itu mengubah sejumlah ketentuan, di antaranya pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung memakai dana APBN, dari sebelumnya tidak dibolehkan. Konsekuensinya, dana pembangunan untuk proyek lain akan tersedot demi jalur kereta yang memperkuat citra pembangunan yang berpusat di Jawa (Jawa centris) ini.

Keputusan mendanai pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung juga menimbulkan konsekuensi meningkatnya risiko utang. Beban terhadap utang pemerintah meningkat secara langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah menanggung risiko kontijensi sekalipun konsorsium yang menerbitkan utang. Ketika BUMN yang membangun proyek tersebut mengalami tekanan akan berakibat pada neraca anggaran pemerintah.

Proyek yang secara studi kelayakan bermasalah berakibat pada membengkaknya biaya. Pemerintah turun tangan menalangi pembiayaannya dengan menggunakan dana APBN. Penerimaan pajak dari rakyat pun tersedot ke situ dan utang ikut membesar sehingga menimbulkan jebakan utang (debt trap).   

Utang yang meningkat akan membebani dan membahayakan APBN dalam jangka panjang, apalagi target defisit anggaran masih berada di kisaran 4,85 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun depan, sehingga  pemerintah  harus menanggung pembayaran bunga utang sebesar Rp 405 triliun.

DPR yang didominasi oleh koalisi pemerintahan tampaknya adem ayem menyikapi perubahan pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung. Legislator semestinya meminta evaluasi sebelum menyetujui suntikan dana untuk proyek tersebut.

Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf masih mempunyai waktu yang cukup untuk kembali fokus pada prioritas pembangunan dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Salah satunya APBN tepat sasaran, disamping infrastruktur, sumber daya manusia, investasi, dan reformasi birokrasi seperti dicanangkan pada pidato kemenangan pasangan tersebut.

Bertahan dan konsisten dengan cita-cita awal pembangunan akan menjadi legacy Jokowi-Ma’ruf yang dikenang manis oleh rakyat. 

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Menteri Keuangan RI

Sabtu, 3 September 2022 | 08:00 WIB

Neraca Keuangan Minyak Bumi, dan Subsidi Listrik

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Anomali dan Pembodohan Istilah Subsidi BBM

Jumat, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB
X