• Rabu, 10 Agustus 2022

Peringatan Terakhir Soal Iklim

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 10:30 WIB
Ilustrasi Muid Watyutink.com
Ilustrasi Muid Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Manusia dan makhluk lainnya kini hidup dalam keadaan darurat iklim. Hal terburuk apakah yang akan terjadi? Akankah peradaban runtuh? Apakah kita sudah melewati point of no return, dan tidak dapat kembali ke kehidupan yang layak seperti semula? Masa depan seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anak dan keturunan kita?

Serangkaian pertanyaan di atas berkecamuk di benak Mark Lynas. Ia seorang penulis enam buah buku tentang lingkungan hidup, yang naskahnya dimuat media New York Times, Washington Post, Wall Street Journal, Guardian dan CNN.com.

Buku terakhirnya Our Final Warning: Six Degrees of Climate Emergency yang diterbitkan pertengahan tahun ini memetakan kemungkinan konsekuensi dari pemanasan global dan bencana iklim yang akan terjadi. Ini merupakan pemutakhiran dari bukunya tahun 2007 berjudul Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet yang telah diterjemahkan ke 22 bahasa dan diadaptasi menjadi siaran dokumenter di National Geographic Channel.

Kemajuan teknologi dan kegiatan manusia, seperti perubahan tata guna lahan yang masif dan penggunaan bahan bakar fosil yang eksesif, sejak revolusi industri menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Meskipun data yang ada bervariasi, beberapa literatur menyatakan suhu rata-rata global pra-industri adalah 13,8ºC. 

Lynas yang mengerjakan buku terakhirnya selama tiga tahun, menyisir ribuan publikasi ilmiah dan menggambarkan kenaikan suhu bumi dari satu derajat sampai dengan enam derajat Celcius dibandingkan dengan keadaan pra-industri.

Pada peningkatan satu derajat, di keadaan sekarang, kebakaran hutan yang luas menghanguskan California dan Australia, sementara badai raksasa menghancurkan kota-kota pesisir.

Pada dua derajat, lapisan es Kutub Utara mencair, dan terumbu karang lenyap dari daerah tropis.

Pada tiga derajat, dunia mulai kehabisan makanan, dan jutaan orang terancam kelaparan.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X