• Selasa, 9 Agustus 2022

BUMN Tak Untung, Negara Buntung

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:45 WIB
Ilustrasi muid/watyutink.com
Ilustrasi muid/watyutink.com

Watyutink.com – BUMN rugi, bisa. Bangkrut, tidak bisa. Pernyataan tersebut seperti sudah menjadi kepercayaan para pegawai dan pengurus perusahaan plat merah.  Mereka tetap aman bekerja tanpa takut ditutup karena ada negara di belakangnya sebagai bohir yang siap menyuntikkan dana segar saat korporasi oleng diterpa kerugian yang membangkrutkan.

Sudah triliunan rupiah uang negara yang disuntikkan ke BUMN dengan berbagai macam dalih. Bahkan yang jelas-jelas merugi karena dikorupsipun masih diselamatkan. Sungguh indah berada di BUMN. Bahkan di saat perusahaan rugi, bonus masih didapatkan.

Cerita di atas bisa jadi tinggal menjadi sejarah lantaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai tegas kepada BUMN sakit.  Di hadapan para direktur utama BUMN belum lama ini, Jokowi menyentil keras BUMN terkait Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sebelumnya BUMN terlalu sering mendapatkan proteksi. Sakit sedikit disuntik dana segar, PMN ditambah, membuat perusahaan negara keenakan. Lantaran sering dilindungi, kemampuan untuk berkompetisi berkurang, tidak berani bersaing, tidak berani mengambil risiko. BUMN pun menjadi tidak profesional. Begitu keluh kesah Jokowi kepada BUMN.

Jokowi mengancam tidak akan memberikan lagi proteksi. Jika ada laporan dari Menteri BUMN bahwa ada perusahaan negara yang sakit maka akan langsung diminta ditutup, tidak akan diselamatkan. Menteri BUMN diminta melupakan perlidungan kepada perusahaan plat merah.

Menteri BUMN Erick Thohir menggunakan kata yang lebih halus dari Jokowi, yakni perampingan, tidak penutupan. Dia tidak menutup kemungkinan bakal kembali merampingkan BUMN yang saat ini sudah berjumlah 41 dari sebelumnya 108.

BUMN harus menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi terkini dari masing-masing industrinya sehingga perampingan harus dilakukan sebagai sebuah respon. Hal itu juga sebagai salah satu langkah strategis dalam proses transformasi yang sedang berlangsung sejak dua tahun terakhir. BUMN harus melakukan transformasi model bisnis karena negara mengharapkan perusahaan plat merah memberikan pemasukan sebesar-besarnya.

Pernyataan tegas Jokowi tidak akan memberikan lagi proteksi kepada BUMN dan tidak tertutupnya kemungkinan merampingkan BUMN membuat direksi BUMN bergidik. Mereka tidak hanya akan kehilangan kursi empuk, kapal yang selama ini mereka tumpangi pun akan karam.

Apakah akan setegas itu Jokowi kepada BUMN? Faktanya dalam APBN 2021 dan APBN 2022, dana triliunan rupiah masih akan digelontorkan kepada perusahaan plat merah dalam bentuk PMN. Jumlah yang tidak sedikit untuk menyelamatkan perusahaan negara yang merugi.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X