• Senin, 15 Agustus 2022

Ada Apa di Glasgow?

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi Muid Watyutink.com
Ilustrasi Muid Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Film mashur tentang petualangan Harry Potter, bocah laki-laki yang belajar di Sekolah Sihir Hogwarts, dan kemudian berhadapan langsung dengan musuh bebuyutannya, Lord Voldemort, dilatarbelakangi gedung kuno di Kota Glasgow.

Pada Minggu 31 Oktober sampai Jumat 12 November, kota pelabuhan di Skotlandia, Britania Raya yang sering menjadi lokasi syuting film-film blockbuster itu akan menyambut lebih dari 30.000 tamu yang menghadiri COP26 UNFCCC - Konferensi Perubahan Iklim PBB. Mereka mewakili lebih dari 200 negara, dunia usaha, LSM, organisasi antar pemerintah, kelompok agama, dan media massa.

Presiden RI Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemimpin dunia lainnya dijadwalkan hadir di Glasgow.

Krisis iklim, dampak, dan solusinya adalah masalah global, sehingga perlu langkah-langkah global pula untuk menyikapinya, dan COP26 merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan Bumi yang semakin kritis. 

IPCC, atau Panel Antar-Pemerintah untuk Perubahan Iklim, dalam laporan terbarunya, beberapa bulan lalu, menyatakan kegiatan manusia menyebabkan Bumi semakin gerah pada tingkat terparah dalam 2000 tahun terakhir. Konsentrasi karbon dioksida pemicu perubahan iklim, yang umumnya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan tata guna lahan, kini mencapai angka tertinggi dalam 2 juta tahun terakhir.

COP (Conference of Parties) yang telah berlangsung sejak 1995 dan merupakan Konferensi Perubahan Iklim PBB tahunan merupakan badan pembuat keputusan tertinggi dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

Persetujuan Paris 2015 tentang Perubahan Iklim yang disepakati oleh para pihak UNFCCC berusaha untuk mempercepat dan mengintensifkan tindakan dan investasi yang diperlukan untuk masa depan yang rendah karbon dan berkelanjutan.

Respon global terhadap ancaman perubahan iklim  dapat diperkuat dengan menjaga kenaikan suhu global abad ini agar di bawah 2ºC dibandingkan suhu pra-industri,  dan diupayakan menekannya hingga 1,5ºC. Persetujuan ini juga dimaksudkan untuk membina kemampuan berbagai negara dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X