• Selasa, 9 Agustus 2022

Benahi Efisiensi, Investasi Bakal Tinggi

- Senin, 8 November 2021 | 19:25 WIB
ilustrasi muid/watyutink.com
ilustrasi muid/watyutink.com

Watyutink.com – Lawatan Presiden Joko Widodo ke luar negeri baru-baru ini sukses mengantongi sejumlah komitmen investasi asing. Perjalanan dinas yang tidak semuanya ditujukan untuk urusan investasi itu dimanfaatkan untuk bertemu dengan sejumlah investor. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Komitmen investasi yang didapat Indonesia dalam lawatan tersebut antara lain untuk pengembangan sektor energi baru terbarukan (EBT), merangkul maskapai Emirates untuk menyelamatkan Garuda Indonesia, pengembangan vaksin mRNA dengan mantan bos Microsoft, Bill Gates, melalui BUMN farmasi Biofarma.

Pemerintah Indonesia juga membuat Nota Kesepahaman dengan perusahaan pengolahan gas dan kimia asal Amerika Serikat, Air Products and Chemicals Inc (APCI). Investasi mega proyek senilai 15 miliar dolar AS atau setara Rp 210 triliun ini dilakukan dalam bidang industri gasifikasi batu bara dan turunannya.

Ditambah lagi komitmen pemerintah Uni Arab Emirate yang siap membenamkan dananya hingga 32,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp457 triliun di bidang infrastruktur vital dan proyek-proyek strategis nasional.

Komitmen investasi UEA ditujukan ke berbagai BUMN dan program prioritas kementerian. Dari 32,7 miliar dolar AS, sebanyak 18 miliar dolar AS akan dialokasi kepada BUMN, diantaranya melalui Pertamina, PLN, dan Pelindo untuk mendukung transformasi di ketiga BUMN itu dalam melakukan percepatan investasi, inovasi model bisnis, dan pengembangan teknologi.

Sepertinya pemerintah sekarang lebih percaya diri alias pede menarik investasi asing setelah sukses mengutak atik undang-undang yang selama ini dianggap bikin investasi seret sehingga lahirlah undang-undang sapu jagat omnibus law atau UU Cipta Kerja. UU yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing dan investasi itu dibuat ramah kepada investor.

Sebenarnya, sebelum UU Cipta Kerja lahir, investasi di Tanah Air tergolong moncer. Nilainya justru terus meningkat. Data Bank Dunia mengenai pembentukan modal tetap bruto berwujud (investasi fisik) dalam kurun waktu 2000-2018 di China, Brasil, Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, Vietnam, dan India menunjukkan Indonesia juaranya. di Kawasan Asean, tidak ada yang menandingi Indonesia.

Dengan pertumbuhan investasi yang lumayan besar maka porsi investasi dalam produk domestik bruto (PDB) terus naik. Dibandingkan dengan rata-rata negara berpendapatan menengah-bawah serta kelompok negara berpendapatan menengah-atas, Indonesia masih lebih tinggi.

Indonesia juga masih dinilai sebagai negara tujuan investasi yang paling menjanjikan sehingga perusahaan manufaktur Jepang yang beroperasi di luar negeri menempatkan Indonesia di posisi kelima, satu kedudukan yang masih terbilang tinggi.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X