• Jumat, 7 Oktober 2022

AS, Krisis Ukraina dan Kebohongan Internasional

- Senin, 28 Maret 2022 | 16:30 WIB
Ilustrasi watyutink  (muid/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com)

Karenanya, Indonesia perlu bersikap kritis dan strategis. Selain ribuan tentara tewas di kedua pihak, lebih 1000 warga sipil Ukraina telah terbunuh. Perang harus segera diakhiri. Dunia wajib bekerjasama mengatasi krisis kemanusiaan, termasuk 3,7 juta lebih pengungsi Ukraina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Ketika kepentingan negara besar jadi pertaruhan, resolusi PBB hanya sebatas seremonial diplomasi belaka. Apa pun kata dunia, Rusia tak akan mendengar dan menggunakan hak vetonya. PBB tak bisa apa-apa.

Indonesia lebih baik mendorong supaya Ukraina menjadi negara netral. Jika Ukraina bersikeras masuk NATO seperti disampaikan Presiden Zelensky dan sesuai keinginan Barat, Rusia akan terus memporak-porandakan negara itu. Ketika Ukraina lumpuh, ia akan gagal jadi anggota NATO. Korban paling menderita akhirnya adalah rakyat Ukraina.

Pada 2021 AS membantu militer Ukraina sebesar 1 miliar dolar AS. Pada 15/3 Joe Biden kembali meneken bantuan 1 miliar dolar AS lagi tahun ini. Tapi AS menghindari konflik langsung dengan Rusia supaya konflik tidak meluas, kata Menlu Antony Blinken. Ragu? Selain Ukraina bukan anggota NATO, ia juga bukan wilayah strategis AS kecuali untuk menjepit Rusia.

Sementara ancaman mendatang yang lebih besar adalah kekuatan Cina. Untuk itu, AS butuh dukungan Rusia. Jika sekarang AS salah langkah, Rusia akan dirangkul Cina. Posisi AS bisa sangat lemah.

Dalam konfrontasi dan koalisi internasional ideologi hanya justifikasi, penentunya adalah kepentingan. Makanya, dalam Perang Dunia II, AS-Rusia bersekutu memerangi Jerman, tapi dalam Perang Dingin AS-Jerman bersekutu melawan Rusia.

Indonesia tak perlu terkecoh narasi bahwa krisis Ukraina adalah konflik kekuatan kebaikan melawan kejahatan. Itu adalah pelintiran kebenaran, kekeliruan yang jika dibiarkan bisa mengeras dan akhirnya sulit dibantah akibat manipulasi sejarah.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Menteri Keuangan RI

Sabtu, 3 September 2022 | 08:00 WIB

Neraca Keuangan Minyak Bumi, dan Subsidi Listrik

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Anomali dan Pembodohan Istilah Subsidi BBM

Jumat, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB
X