• Rabu, 10 Agustus 2022

Membentuk Pola Pikir Jaga Bumi

- Sabtu, 16 April 2022 | 11:00 WIB
Ilustrasi Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Serangkaian bukti ilmiah terbaru terus mengalir tentang bagaimana Bumi semakin terancam karena masalah lingkungan global, yaitu krisis iklim yang disebabkan oleh kegiatan manusia.

Meskipun masyarakat tampaknya khawatir tentang perubahan iklim dan berbagai bencana yang melanda sebagai dampaknya, hanya sedikit yang secara proaktif terlibat dalam upaya menanggulanginya untuk menjaga Bumi.

Peneliti Lorenzo Duchi dari Belanda, dan rekan-rekannya menyimpulkan dalam Journal of Environmental Psychology bahwa kesenjangan itu dapat dikurangi jika pelaku memiliki growth mindset (pola pikir tumbuh). Pola pikir ini berhubungan positif dengan dengan sikap yang lebih menerima kenyataan adanya krisis iklim, lebih yakin tentang kemungkinan menanggulanginya, dan perilaku pro-lingkungan yang lebih baik.

Climate Reality Indonesia menggali tema pola pikir tumbuh melalui bincang-bincang dengan Dr. Darhamsyah Jamaluddin, Kepala Pusat Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang juga seorang brain based coach. Nara sumber lainnya adalah psikolog Delima Primasari yang juga seorang climate leader dan executive coach.

Pada dasarnya, pola pikir terbentuk dari berbagai hal, antara lain karena kebiasaan, persepsi, dan pengalaman. Pikiranlah yang membentuk hidup manusia, untuk kemudian juga menyelaraskan perilaku, termasuk tentunya perilaku terhadap lingkungan hidup.

Beberapa negara maju bahkan mengarahkan anak-anak untuk memiliki growth mindset, yang perlu dibiasakan sejak dini di sekolah. Meskipun demikian, pola pikir ini tetap bisa dibentuk walaupun seseorang sudah berusia dewasa.

Pola pikir memiliki beragam definisi. Umumnya yang menjadi rujukan adalah Profesor Carol Dweck dari Universitas Stanford dengan bukunya yang sangat popular “Mindset: The New Psychology of Success.” Ia menyimpulkan bahwa pola pikir adalah persepsi diri atau teori-diri yang dipegang orang-orang tentang diri mereka sendiri.

Orang-orang dengan pola pikir tetap (fixed mindset)— mereka yang meyakini bahwa kemampuan itu tetap — lebih kecil kemungkinannya untuk berkembang daripada mereka yang memiliki pola pikir tumbuh (growth mindset) — mereka yang percaya bahwa kemampuan dapat dikembangkan.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X