• Sabtu, 20 Agustus 2022

Musik Jazz untuk Bumi

- Sabtu, 30 April 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Sebagai pianis dan komposer jazz ternama yang telah bermusik selama lebih dari enam dekade, Herbie Hancock, peraih 14 Grammy Award - penghargaan musik internasional paling bergengsi di dunia, paham tentang kekuatan musik, terutama jazz, dalam menyatukan masyarakat dan menciptakan berbagai hal positif untuk kemanusiaan.

Setiap akan merekam karya terbarunya, Herbie yang memperoleh 6 gelar Doktor kehormatan dari berbagai universitas mashur, selalu bertanya pada dirinya sendiri, apa tujuan saya membuat rekaman ini? Apakah hanya untuk menempatkan musik di media tertentu, atau adakah makna lain yang lebih mendalam?

Ketika pada 2011 ditetapkan oleh UNESCO, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB,  sebagai Goodwill Ambassador untuk mempromosikan dialog antar budaya, Herbie mengusulkan adanya International Jazz Day.

Kini Hari Jazz Internasional yang diperingati setiap 30 April merupakan perayaan tahunan jazz terbesar di dunia untuk mendorong perdamaian, dialog antar budaya dan kerjasama internasional. Pada hari itu jazz dirayakan, dipelajari, dan ditampilkan di seluruh dunia selama 24 jam berturut-turut. Kolaborasi terbina antara ikon jazz, peneliti, komposer, musisi, penari, penulis dan pemikir yang merangkul keindahan, semangat dan prinsip-prinsip jazz, aliran musik yang berasal dari tradisi Afro-Amerika dan kental dengan improvisasi.

Di antara berbagai isu yang diangkat pada hari itu termasuk perdamaian, kebudayaan, keragaman, hak asasi dan martabat manusia, pemberantasan diskriminasi, kebebasan berekspresi, kesetaraan gender, peran pemuda, serta lingkungan hidup dan perubahan iklim.

Satu dekade lalu Herbie Hancock telah memahami bahwa krisis ekonomi dan dampak negatif perubahan iklim membuat manusia sadar tentang adanya globalisasi. Herbie ingin menggunakan musik sebagai sarana untuk melihat berbagai masalah dengan cahaya positif.

Peranan jazz untuk turut menanggulangi krisis iklim digali oleh Tällberg Foundation, sebuah organisasi internasional nirlaba di Swedia yang merupakan platform pertukaran ide dan pengalaman agar masyarakat dapat menindaki isu-isu global yang membentuk masa kini dan masa depan mereka.

Tahun lalu organisasi itu merilis Tällberg’s Jazz for the Planet, sebuah rekaman berdurasi 60 menit berisi musik yang dibuat dan diaransemen khusus tentang tindakan mendesak yang dibutuhkan untuk menangani krisis iklim global.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Luis Milla Latih Persib Gantikan Robert Rene Albert

Jumat, 19 Agustus 2022 | 19:40 WIB

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB
X