• Selasa, 5 Juli 2022

Indonesia Bersilaturahmi

- Jumat, 6 Mei 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com)

Watyutink.com – Hari-hari ini akun pribadi di media-media sosial dipenuhi dengan foto silaturahmi selepas Idulfitri 1443 H. Bermacam pose divisualkan seperti berdiri, duduk, berangkulan, mengepalkan tangan, atau membentuk simbol cinta lewat jari tangan bersama dengan pasangan suami istri, anak, mantu, cucu, cicit, teman lama, teman sama kecil, teman kantor, atau tetangga di kampung halaman.

Rumah, restoran, tempat wisata jadi tempat favorit untuk bersilturahmi sambil berfoto bersama melepas kangen sembari makan bareng atau berekreasi. Spot-spot ini menjadi saksi euforia silaturahmi yang terputus oleh Covid-19 selama dua tahun. Mereka dipertemukan kembali dalam satu kegembiraan, keceriaan, dan rasa syukur.

Tuhan telah mengembalikan nikmat silaturahmi yang sempat tertahan oleh pandemi. Seperti layaknya orang sakit yang kembali sehat, mendapatkan lagi tenaga, kesegaran, kebugaran, keceriaan, dan kegembiraannya.

Silaturahmi sangat dianjurkan oleh agama. Salah satu ayat yang mengajarkan silaturahmi tertulis di dalam QS Ar Ra'd ayat 21: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."

Penekanan mengenai pentingnya silaturahmi disampaikan Nabi Muhammad SAW melalui sabdanya: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim. (Hadits riwayat Imam Bukhori)

Keutamaan silaturahmi dapat dilihat dari akar kata dan pengertian di dalamnya. Silaturahmi adalah kata majemuk yang berasal dari kata shilat dan rahim. Kata shilat memiliki akar kata yang bermakna menyambung dan menghimpun.

Hal ini menegaskan bahwa hanya yang terputus atau yang berserakan yang menjadi sasaran kata shilat. Sedangkan kata rahim adalah kasih sayang yang bersifat umum, tetapi menunjukkan kekhususan makna (ism 'am bi shifah khash).

Rahim atau rahimiyyah merupakah rahmat khusus untuk orang-orang mukmin atau makhluk-Nya yang dengan setia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya (insan kamil).  Berbeda dengan rahmat rahimiyyah yang dituju untuk seluruh makhluk, termasuk benda alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, orang kafir, malaikat, dan lain-lain.

Kata rahim yang pada mulanya bermakna kasih sayang kemudian berkembang dan memiliki arti lain seperti kandungan (peranakan), karena anak yang dikandung harus mendapatkan curahan kasih sayang dari ibu bapaknya dan orang-orang terdekat.

Halaman:

Editor: Sarwani

Terkini

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB

Menanti Harga Minyak Goreng Turun

Senin, 23 Mei 2022 | 19:30 WIB

Kematian Shireen dan Kekecewaan Arab

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:35 WIB

Takdir Miliaran Burung Migran

Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:50 WIB

Halalbihalal dan Proses Kreatif Beragama

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:20 WIB

Permainan Status Vladimir Putin

Senin, 9 Mei 2022 | 12:15 WIB

Kongres Kehutanan Dunia

Sabtu, 7 Mei 2022 | 10:15 WIB

Indonesia Bersilaturahmi

Jumat, 6 Mei 2022 | 13:00 WIB
X