• Selasa, 16 Agustus 2022

Somad dan Disonansi Kognisi

- Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com)
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com)

Dalih itulah yang dilakukan Somad dengan berbagai kecamannya pada Singapura, setelah ia gagal berwisata. Somad, sebagaimana rubah penyuka anggur, perlu menjustifikasi kegagalannya dengan membuat rasionalisasi. Upaya untuk mengurangi “kegalauan dan kekecewaan psikologisnya” pada hasrat yang tidak bisa ia wujudkan, menikmati kenyamanan dan keindahan Singapura.

Somad mengalami disonansi kognisi, gagal menyelaraskan sikap keyakinan dengan tindakannya. Terbelenggu dalam buaian keyakinan fanatisme agama yang ia khotbahkan, dan gagal memahami realitas hidup, juga ambivalensi moral, secara nalar. Ia nyaman dalam ketidakselarasan, ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan. 

Dan yang dialami Somad adalah gejala umum yang diderita banyak pengkhotbah agama. Mereka yang gemar menyuarakan ajaran kedamaian dengan teriakan verbal bernuansa kekerasan.

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X