• Selasa, 16 Agustus 2022

Pancasila…Ramai Dibicarakan, Sepi Diterapkan!

- Rabu, 1 Juni 2022 | 10:00 WIB
Muid/ Watyutink.com
Muid/ Watyutink.com

Tarikan nafas yang mampu menjernihkan pemahaman filosofis atas Pancasila, agar jangan ditilik dari perspektif kepentingan politis sesaat yang bisa berujung kepada disorientasi. Sebagaimana disorientasi yang direkayasa oleh sejarahwan militer Orde Baru dengan menciptakan hoaks bahwa ada dua orang lagi penggali Pancasila yang berpidato di BPUPKI sebelum Sukarno. Yaitu Soepomo dan Mohamad Yamin. Dengan maksud bisa menggusur posisi pidato 1 Juni 1945 Sukarno.

Hoax politik sejarah ini, ternyata cukup efektif. De-sukarnoisme berjalan mulus dan rakyat bangsa Indonesia sampai saat ini terus berkutat dalam polemik dan debat soal pancasila di berbagai seminar dan perhelatan akademis. Pancasila dalam wacana, Pancasila dalam berbagai perdebatan, pancasila dalam hiruk pikuk perayaan seremonial, marak menggelora. Terus berlanjut walau miskin substansi karena tanpa perwujudan nyata dalam kehidupan sehari-hari perilaku manusia Indonesia.

Para pemimpinnya riang ber-Pancasila ria, dan rakyatnya pun larut dalam keseolah-olahan telah menjalankan kehidupan di atas relnya Pancasila (1 juni) sebagai pandangan hidup bangsa. Yang ber-Western ria merasa sudah berPancasila, begitu pun yang sedang mabuk ber-Arab ria. Berjalan tanpa beban perasaan bersalah berada di jalur dan pemahaman dan penjiwaan yang salah! Karena dituntun oleh situasi dan kondisi yang memang serba salah. Sebuah hasil akhir ketika bangunan Pancasila hari ini, pondasinya nyata-nyata salah dan teramat salah: Liberalisme, Individualisme, dan Kapitalisme.

Masih mau terus berlanjut dan dilanjutkan? Sebaiknya berhentilah mempermainkan Pancasila! Sudah saatnya masa berwacana dan berseremoni ria seputar Pancasial disudahi. Sebagai gantinya Pancasila dalam praktik dibukakan pintu lebar-lebar agar hadir nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari. Inilah salah satu cara menyudahi pembodohan, pemiskinan, dan ‘pandemi’ korupsi yang dimotori pejabat bermental korup dengan dukungan para Oligarki!

Halaman:

Editor: Admin

Tags

Terkini

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB
X