• Selasa, 5 Juli 2022

Stockholm +50

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB
Ilustrasi muid/watyutink.com
Ilustrasi muid/watyutink.com

Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Stockholm, ibu kota Swedia yang terletak dekat Laut Baltik, selalu tercatat dalam sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di tahun 1901 untuk pertamakalinya upacara penganugerahan Hadiah Nobel untuk bidang fisika, kimia, kedokteran, literatur, dan perdamaian, diadakan di kota itu. Setiap tahunnya kemudian Stockholm menjadi pusat perhatian dunia yang menantikan siapa saja ilmuwan yang dianggap memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia.

Konferensi dunia pertama yang menjadikan lingkungan sebagai isu utama, yaitu United Nations Conference on the Human Environment, juga diadakan di Stockholm tahun 1972. Para pesertanya mengadopsi serangkaian prinsip untuk pengelolaan lingkungan yang baik termasuk Deklarasi Stockholm, Rencana Aksi untuk Lingkungan Manusia dan beberapa resolusi. Inilah awal dialog antara negara-negara industri dan berkembang tentang hubungan antara pertumbuhan ekonomi; polusi udara, air, dan lautan; serta kesejahteraan manusia di seluruh dunia.

Pada konferensi itu Delegasi Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Emil Salim yang hingga kini, di usia 92 tahun, tetap merupakan tokoh lingkungan hidup yang dihormati di tingkat nasional dan internasional.

Salah satu hasil penting dari Konferensi Stockholm 1972 adalah pembentukan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP). Sebagai otoritas global di bidang lingkungan hidup, UNEP mendorong kemitraan global dalam merawat lingkungan dengan menginspirasi, menginformasikan, dan memungkinkan bangsa dan masyarakat meningkatkan kualitas hidup mereka tanpa mengorbankan generasi mendatang.

Lima puluh tahun setelah pertemuan dunia pertama tentang lingkungan hidup, perwakilan negara-negara anggota PBB kembali berkumpul di Stockholm pada 2-3 Juni 2022 untuk memperingati peristiwa bersejarah itu. Stockholm +50 bertema “planet yang sehat untuk kemakmuran semua – tanggung jawab kita, kesempatan kita.”

Jika pada 1972 pertemuan fokus pada institusi dan kesepakatan internasional, maka Stockholm +50 dirancang bagi komunitas peserta yang semakin beragam. Persiapannya lebih partisipatif dan informal di seluruh dunia, termasuk Satuan Tugas Pemuda, dan musyawarah bergaya panel. Fokusnya kini ekonomi kesejahteraan dan segala hal yang memerlukan pendekatan polisentris bagi masa depan.

Sebagai persiapan, Indonesia melaksanakan tiga dialog publik yang membahas pembelajaran berbagai pemangku kepentingan dalam memajukan agenda lingkungan hidup dan mengatasi pandemi Covid-19 melalui program yang berkelanjutan dan inklusif.

Halaman:

Editor: Admin

Terkini

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB

Menanti Harga Minyak Goreng Turun

Senin, 23 Mei 2022 | 19:30 WIB

Kematian Shireen dan Kekecewaan Arab

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:35 WIB

Takdir Miliaran Burung Migran

Sabtu, 14 Mei 2022 | 11:50 WIB

Halalbihalal dan Proses Kreatif Beragama

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:20 WIB

Permainan Status Vladimir Putin

Senin, 9 Mei 2022 | 12:15 WIB

Kongres Kehutanan Dunia

Sabtu, 7 Mei 2022 | 10:15 WIB

Indonesia Bersilaturahmi

Jumat, 6 Mei 2022 | 13:00 WIB
X