• Selasa, 9 Agustus 2022

Revolusi Budaya Seorang Habib

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Melalui upacara pernikahan ini, Habib seperti ingin menghapus budaya tabu bagi perempuan yang berbicara di depan publik. Dengan kata lain, Habib ingin merubah mindset bahwa suara perempuan tidak layak ditampilkan di depan publik. Demikian juga posisi perempuan yang tidak sekadar pengantar atau pendamping dalam suatu upacara. Perempuan juga dapat berperan menjadi wakil bagi keluarga yang memiliki otoritas untuk menyampaikan pesan dan menyerahkan sesatu pada pihak lain.

Ijab kabul yang dilakukan dalam bahasa Indonesia memiliki makna penting dalam transformasi budaya masyarakat Arab, arena dilakukan oleh seorang Habib. Melalui cara ini, secara tersirat, Habib ingin menyampaikan bahwa sah tidaknya pernikahan bukan tergantung pada bahasa, tetapi pada terpenuhinya syarat dan rukun. Bahasa apapun yang digunakan dalam ijab kabul akan sah selagi syarat rukun dalam pernikahan terpenuhi.

Makna penting dari ijab kabul bahasa Indonesia adalah semua bahasa memiliki posisi yang sama. Tak ada bahasa yang lebih tinggi dan lebih rendah. Bahasa Arab bukan lebih tinggi dari bahasa Indonesia, semikian sebaliknya. Keduanya memiliki posisi yang sama di hadapan Allah, oleh karenanya seseorang tidak perlu merasa rendah diri hanya karena tidak dapat mengucapkan ijab qabul dengan bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Atau sebaliknya merasa hebat dan islami hanya karena ijab qabulnya menggunakan bahasa Arab. Dengan cara ini Habib ingin menunjukkan bahwa budaya Arab dan budaya Indonesia memiliki posisi yang sama.

Penulis melihat revolusi budaya yang dilakukan oleh Habib ini sangat strategis, karena beliau memiliki pengaruh besar pada jamaah. Apa yang dilakukan Habib akan menjadi acuan dan role model bagi jamaahnya dan masyarakat secara lebih luas. Yang paling menarik revolusi dilakukan bukan dengan kata-kata atau pidato yang provokatif, tetapi dengan laku hidup yang nyata. Dengan kata lain Habib melakukan revolusi kebudayaan dengan keteladanan, bukan pernyataan. Sehingga tidak memancing kontroversi yang riuh dan gaduh, tetapi justru menarik simpati dan peduli.

Di tengah suasana yang sudah surplus kata-kata dan minus keteladanan, apa yang dilakukan oleh Habib ini menjadi sesuatu yang sangat diperlukan dan penting diikuti.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB

Stockholm +50

Sabtu, 4 Juni 2022 | 13:30 WIB

Harapan Rakyat Kepada Megawati dan Prabowo

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:30 WIB

Menulis Memoar Untuk Bumi

Sabtu, 28 Mei 2022 | 11:50 WIB

Somad dan Disonansi Kognisi

Jumat, 27 Mei 2022 | 16:10 WIB
X