• Jumat, 9 Desember 2022

Sagu Penangkal Krisis Pangan

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

 
Watyutink.com - Lomba resep melalui media sosial adalah salah satu cara populer untuk menggalang kreativitas dan menarik minat publik serta pegiat kuliner terhadap penggunaan sebuah bahan pangan. 

Beberapa hari lalu baru saja berlangsung penjurian puluhan resep masakan dari seluruh Indonesia yang menggunakan sagu oleh tim juri yang terdiri dari perwakilan chef, media massa, dan pecinta kuliner.

Penyelenggara acara yang memakan waktu beberapa bulan ini adalah tim dari Sapapua pati sagu, yang dihasilkan dari hutan sagu alami tanpa pestisida dan pupuk  di Papua Barat.

Penjurian lomba resep yang terkumpul melalui Instagram dilaksanakan tepat ketika Presiden Jokowi memilih sorgum, sagu dan singkong sebagai substitusi pengganti gandum yang terhambat pasokannya karena perang Rusia dan Ukraina.

Sebenarnya, sagu merupakan salah satu bahan pangan yang dapat membantu menangkal berbagai krisis, termasuk krisis pangan dan krisis lingkungan hidup.

Tanaman ini dapat tumbuh di lahan basah yang kurang dimanfaatkan dan rawa gambut, tempat tanaman pangan lain tidak dapat tumbuh secara ekonomis. Lahan gambut tidak perlu dikeringkan untuk menanam sagu, sehingga emisi karbon penyebab perubahan iklim dapat dikurangi.

Sagu dengan nama ilmiah Metroxylon sagu, merupakan tanaman asli Indonesia yang dapat menghasilkan sekitar 100 – 600 kg pati kering per tanaman. Sebagai pangan non-beras, sagu memiliki potensi besar namun hingga kini tidak dimanfaatkan secara maksimal, meskipun Indonesia merupakan negara dengan cadangan sagu terbesar di dunia.

Menurut Kemenko Perekonomian, dari 6,5 juta ha lahan sagu di seluruh dunia, sebesar 5,5 juta ha berada di Indonesia dan hampir 95 persennya di wilayah Papua.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

COP27 dalam Pusaran Polikrisis

Sabtu, 19 November 2022 | 16:30 WIB

Debat di Konferensi Iklim Mesir

Sabtu, 12 November 2022 | 18:00 WIB

Menjalin Ikhtiar Merawat Bumi

Sabtu, 5 November 2022 | 09:00 WIB

Jelang COP27 – KTT Iklim Mesir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Climate TRACE

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Menyongsong 2030, Indonesia Perlu Pemimpin Ekonom

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:30 WIB

Strategi Antitesis Versus Membebek, Sah dan Bagus

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:15 WIB

24 Hours of Reality

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Teori Permainan dan Politik Copras-Capres

Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB
X