• Minggu, 25 September 2022

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

- Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Oleh H. Abustan
Dosen Universitas Islam Jakarta (UIJ)

Innalillahi Wainnalillahi Rojiun. Telah berpulang kepangkuan illahi Robbi: Minggu (18/9/2022) pukul 12.30 waktu setempat di RS Serdang, Selanggor, Malaysia.

Azyumardi Azra atau Prof AA adalah salah satu intelektual aktivis multidimensi yang sangat langka di Indonesia.

Semasa hidupnya, almarhum bukan hanya seorang tokoh intelektual dan agama yang disegani, melainkan juga guru besar yang berdedikasi tinggi, cendekiawan brilian, pemikir muslim pluralisme humanis, menekankan toleransi agama dalam masyarakat majemuk, penulis produktif (kolom Kompas-Resonansi Republika) dan pembicara ulung.

Begitu pula perjalanan karir almarhum. Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam bidang ilmu pengetahuan dan riset, dia adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), anggota Dewan Riset Nasional (DRN), juga anggota Asian Research Foundation-Asian Muslim Action Network (ARF-AMAN), The Habibie Center Scholarship, Asian public intelektual (API), sekarang Ketua Dewan Pers Nasional.

Meski dibesarkan dalam lingkungan nilai-nilai keislaman dan bahkan pernah memimpin sebagai Rektor dua periode Universitas Islam Negeri (UIN). Akan tetapi Prof AA jauh dari watak ekslusif dan sektarian. Beliau adalah muslim sejati yang bukan tife "fanatisme buta" yang gelap mata dan suka melakukan diskriminasi di atas kepentingan rakyat yang lebih luas dalam merespon/menyikapi problem sosial, kemasyarakatan, keagamaan, dan keumatan di tengah perubahan sosial yang ada.

Intektual Sejati dan Toleransi Beragama

Salah satu dari sekian banyak gagasan dan pemikiran Prof AA yang sangat menonjol adalah tentang "toleransi agama dalam masyarakat majemuk". Dalam konteks ini, almarhum menjadi sosok penting dalam upaya pengembangan kehidupan keagamaan yang lebih dialogis, harmonis, dan tolerans dalam era Indonesia modern. Menurut almarhum, kehidupan keagamaan baik intra maupun antar agama adalah merupakan kebutuhan yang senantiasa harus diperjuangkan, bukan hanya untuk umat beragama itu sendiri, tapi juga bagi kepentingan keberlanjutan negara bangsa Indonesia.

Bagi Prof AA, dalam berbagai kapasitas yang dipegangnya, baik dalam struktur negara maupun lingkungan "civil society" selalu berusaha mendorong terciptanya kehidupan keagamaan yang penuh toleransi, yaitu kondusif untuk kemajuan bangsa. Hal itu nampak pemikiran almarhum ketika menjadi pembicara dialog kebangsaan yang diadakan Komite Perekat Kebangsaan (KPK) via zoom akhir tahun 2021 yang kami juga sempat ikut acara yang di gagas mas Erros Djarot.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Menteri Keuangan RI

Sabtu, 3 September 2022 | 08:00 WIB

Neraca Keuangan Minyak Bumi, dan Subsidi Listrik

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Anomali dan Pembodohan Istilah Subsidi BBM

Jumat, 26 Agustus 2022 | 10:00 WIB

Fakta dan Fiksi Aksi Ferdy

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:05 WIB

Sagu Penangkal Krisis Pangan

Sabtu, 6 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Revolusi Budaya Seorang Habib

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:35 WIB

Merawat Karunia Mangrove Nusantara

Sabtu, 30 Juli 2022 | 10:00 WIB

Semiotika Islamophobia

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB

Sustainability Mindset

Sabtu, 23 Juli 2022 | 10:00 WIB

Selamatkan Rakyat dari Inflasi Tinggi

Rabu, 13 Juli 2022 | 15:29 WIB

Mengendalikan Eco-Anxiety

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:01 WIB
X