• Rabu, 30 November 2022

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Bhinneka Culture Festival yang diselenggarakan oleh Gerakan Bhinneka Nasionalis sedang berlangsung. Acara yang bertujuan memperkuat nilai-nilai kebinekaan, kebangsaan, dan nasionalisme Indonesia ini memecut semangat untuk lebih dalam lagi menggali kekayaan budaya Indonesia.

Dari sisi pertanian, pangan, dan kuliner, kekayaan khasanah Indonesia tidak diragukan lagi. Sobat Budaya, yang mendata budaya Nusantara secara digital, menyatakan hingga saat ini ada hampir 40.000 jenis makanan dan minuman tradisional Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang umumnya berbumbu dan berempah. Angka ini masih terus bertambah seiring dengan pengumpulan data.

Founder Sobat Budaya, Hokky Situngkir, berpendapat, ciri khas kuliner Indonesia terletak pada bumbu-bumbu dan rempah-rempah yang ada di dalamnya serta kisah di balik makanan yang ada, baik dari sisi ritual maupun spiritual.

Ragam kuliner Nusantara, serta bumbu dan rempah yang memperkayanya, ditunjang oleh keanekaragaman hayati, yang sering dipahami sebagai diversitas tanaman, hewan dan mikroorganisme. Namun sebenarnya juga mencakup perbedaan genetika dalam setiap spesies dan juga berbagai ekosistem seperti danau, hutan, gurun, dan lanskap pertanian, yang menampung beraneka jenis interaksi di antara manusia, tanaman, dan hewan.

Di Indonesia, yang merupakan negara megabiodiversitas, setidaknya ada 100 jenis sumber karbohidrat, 100 macam kacang-kacangan, 250 jenis sayuran dan 450 macam buah-buahan.

Kebinekaan kuliner Nusantara perlu terus digali karena merupakan bagian solusi untuk berbagai krisis global seperti seperti pandemi, krisis iklim, dan krisis kelaparan. Kini di seluruh dunia ada 828 juta orang terpengaruh oleh kelaparan sedangkan 3,1 milyar tidak mampu membeli makanan sehat.

Konsumsi pangan lokal tradisional dapat meningkatkan ekonomi lokal, termasuk UMKM; mendukung petani, nelayan, dan perimba; mengurangi gas rumah kaca pemicu krisis iklim; dan menjaga kesehatan.

Berdasarkan pengamatan dan kegiatan terkait peran pertanian, pangan, dan kuliner Nusantara, ada beberapa cara yang terbukti dapat diterapkan agar kuliner Nusantara menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan bahkan dikenal di mancanegara:

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

COP27 dalam Pusaran Polikrisis

Sabtu, 19 November 2022 | 16:30 WIB

Debat di Konferensi Iklim Mesir

Sabtu, 12 November 2022 | 18:00 WIB

Menjalin Ikhtiar Merawat Bumi

Sabtu, 5 November 2022 | 09:00 WIB

Jelang COP27 – KTT Iklim Mesir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Climate TRACE

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Menyongsong 2030, Indonesia Perlu Pemimpin Ekonom

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:30 WIB

Strategi Antitesis Versus Membebek, Sah dan Bagus

Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:15 WIB

24 Hours of Reality

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Teori Permainan dan Politik Copras-Capres

Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:05 WIB

Menjunjung Kebinekaan Kuliner Nusantara

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Prof AA , Beristirahatlah dalam Damai ...

Senin, 19 September 2022 | 09:00 WIB

Surat Terbuka Kepada Menteri Keuangan RI

Sabtu, 3 September 2022 | 08:00 WIB
X