• Selasa, 31 Januari 2023

24 Hours of Reality

- Sabtu, 8 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/ Watyutink.com

Oleh: Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia

Watyutink.com - Sejak kemarin, mantan Wakil Presiden AS Al Gore dan para pegiat iklim di seluruh dunia memaparkan kisah-kisah tentang solusi iklim di desa, kota, komunitas, dan negara mereka pada acara yang berjudul 24 Hours of Reality: Spotlight on Solutions and Hope.
 
Acara tahunan yang diadakan selama 24 jam itu diselenggarakan oleh organisasi global The Climate Reality Project sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan tentang solusi efektif maupun hal yang dapat dilakukan masyarakat dalam menyikapi krisis iklim serta ketidaksetaraan. Juga merupakan pengingat bagi para pemangku kepentingan bahwa mereka harus menghadapi berbagai tantangan itu dengan tindakan tegas.
 
24 Hours of Reality merupakan program esensial, karena bencana terkait iklim, menurut data mutakhir Organisasi Meteorologi Dunia, telah meningkat lima kali lipat selama lima dekade terakhir dan menelan biaya sebesar $200 juta per hari dengan korban jiwa rata-rata 115 orang per hari.
 
Atlas of Mortality and Economic Losses from Weather, Climate and Water Extremes mencatat, dari tahun 1970 hingga 2019, bahaya alam ini merupakan 50 persen dari semua bencana, 45 persen dari semua kematian yang dilaporkan, dan 74 persen dari semua kerugian ekonomi yang dilaporkan.
 
Selain itu, ada lebih dari 11.000 bencana terkait iklim secara global, dengan lebih dari dua juta kematian serta kerugian $3,64 triliun. Lebih dari 91 persen kematian terjadi di negara berkembang.

Namun, berkat peningkatan sistem peringatan dini dan manajemen bencana, jumlah kematian menurun hampir tiga kali lipat selama periode tersebut. Korban tewas menurun dari lebih dari 50.000 kematian pada 1970-an menjadi kurang dari 20.000 pada 2010-an.
 
24 Hours of Reality yang menyoroti upaya global dengan harapan untuk masa depan mengadakan dialog global dengan Al Gore sebagai moderator, serta mengumpulkan berbagi kisah  komunitas maupun individu dengan fokus pada empat bidang utama: mempercepat transisi yang adil ke energi bersih, memperluas transportasi dan transit tanpa emisi, menciptakan komunitas hijau yang inklusif, dan memajukan solusi alami.
 
Dialog diadakan dengan perwakilan Climate Reality di Afrika, Amerika Latin,  Amerika Serikat, Australia, Brasil, Filipina, Eropa, India, Indonesia, Jepang, dan Kanada.
 
Pada acara ini, Climate Reality Indonesia berbagi pengalaman dalam memajukan solusi alami, karena sebagai negara megabiodiversitas peluang Indonesia dalam bidang ini sangat luas. Perubahan iklim mengubah ruang alami kita, seringkali dengan efek yang menghancurkan. Tetapi alam juga bisa menjadi aset terbesar dalam perjuangan untuk menghentikan kenaikan suhu. Hutan menyerap karbon dan merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang luar biasa, menjadikannya elemen penting untuk mengatasi krisis iklim dan melindungi kehidupan di Bumi.

Bekerja sama dengan Mangrove Center Balikpapan, Deska Yunita seorang climate reality leader memprakarsai perayaan Hari Mangrove Sedunia dengan mempromosikan pengelolaan sampah yang lebih baik dan ekonomi sirkular untuk melestarikan ekosistem mangrove dan mencegah sampah plastik masuk ke laut. Mangrove merupakan salah satu solusi dalam memerangi perubahan iklim, karena mampu menahan jumlah karbon tiga sampai empat kali lebih banyak dibandingkan hutan berbasis lahan.
 
Pada dialog bersama Al Gore, Hanna Astaranti, community & engagement specialist dari Climate Reality Indonesia, berbagi kisah tentang Youth Leadership Camp for Climate Crisis, yang telah berjalan sejak 2011.
 
Kegiatan terakhir diselenggarakan secara tatap muka selama tiga hari, mempelajari dan membahas keanekaragaman hayati dan perlindungan air di Kota Bogor. Setelah kamp, peserta bergiat di komunitas masing-masing, di antaranya meningkatkan kesadaran tentang pemanfaatan air hujan untuk konsumsi, melestarikan tanaman endemik suatu daerah, dan edukasi langsung ke sekolah atau masyarakat sekitar tentang isu iklim.
 
Berbagai kisah solusi krisis iklim dari Indonesia dan mancanegara dapat dilihat di situs 24 Hours of Reality. Harapannya, kekayaan informasi yang ada dapat memberdayakan dan menginspirasi masyarakat melalui solusi dan aksi  untuk memerangi krisis iklim.

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Cak Markenun dan Firaun

Rabu, 18 Januari 2023 | 13:00 WIB

PR Besar Jokowi di Tahun 2023

Selasa, 3 Januari 2023 | 22:01 WIB

Terra Madre Day

Sabtu, 10 Desember 2022 | 10:00 WIB

COP27 dalam Pusaran Polikrisis

Sabtu, 19 November 2022 | 16:30 WIB

Debat di Konferensi Iklim Mesir

Sabtu, 12 November 2022 | 18:00 WIB

Menjalin Ikhtiar Merawat Bumi

Sabtu, 5 November 2022 | 09:00 WIB

Jelang COP27 – KTT Iklim Mesir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Climate TRACE

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Menyongsong 2030, Indonesia Perlu Pemimpin Ekonom

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:30 WIB
X