• Selasa, 31 Januari 2023

Belajar Dari Pengalaman Krisis : Akankah Krisis Ekonomi Melanda Indonesia?

- Kamis, 13 Oktober 2022 | 10:40 WIB
Ilustrasi: Muid/Watyutink.com
Ilustrasi: Muid/Watyutink.com

Oleh: YB. Suhartoko, Dr., SE., ME
Dosen Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan, dan Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Watyutink.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan Indonesia harus terus bersikap optimistis dibarengi kehati-hatian setelah ia mendapat kabar ada sedikitnya 28 negara sedang antre meminta pertolongan Dana Moneter Internasional (IMF).

Pernyataan Presiden Jokowi tersebut menyiratkan bahwa perlu langkah antisipatif, sehingga Indonesia tidak masuk ke dalam negara-negara yang mengalami krisis ekonomi dimana pertumbuhan sangat rendah dan inflasi sangat tinggi.

Saat ini memang dunia sedang dilanda ketidakpastian. Pemicu ketidakpastian saat ini bersumber dari tersendatnya rantai distribusi komoditi primer dan energi yang disebabkan oleh terhentinya pasokan energi dan komoditi dari Rusia dan Ukraina.

Penyebab lain adalah kenaikan suku bunga acuan The Fed yang menyebabkan kecenderungan melemahnya beberapa mata uang terhadap dollar AS dan terjadinya aliran modal keluar. Sektor keuangan juga terguncang.

Untuk  melihat kemungkinan potensi Indonesia masuk dalam kondisi krisis ekonomi, akan dikemukakan perjalanan krisis yang dialami Indonesia dan bagaimana penanganannya serta kondisi ekonomi saat ini.

Perjalanan Krisis Ekonomi Indonesia

Indonesia pernah mengalami beberapa kali krisis, yaitu krisis ekonomi Indonesia periode 1960-1965, periode 1997-1998, 2008 dan 2013. Krisis ekonomi Indonesia periode 1960-1965, diawali oleh gagal bayar pembayaran pokok dan bunga atas utang luar negeri pemerintah, terutama utang kepada negara-negara Eropa Timur senilai 6,3 miliar dolar AS.

PDB juga mengalami penurunan dari Rp 5.523.863 pada 1945 menjadi Rp 5.075.517 pada 1966. Berkaitan dengan kesulitan mencari utang, maka dilakukan cetak uang untuk membiayai proyek mercusuar. Uang beredar melonjak 763 persen (1966, yoy).

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Cak Markenun dan Firaun

Rabu, 18 Januari 2023 | 13:00 WIB

PR Besar Jokowi di Tahun 2023

Selasa, 3 Januari 2023 | 22:01 WIB

Terra Madre Day

Sabtu, 10 Desember 2022 | 10:00 WIB

COP27 dalam Pusaran Polikrisis

Sabtu, 19 November 2022 | 16:30 WIB

Debat di Konferensi Iklim Mesir

Sabtu, 12 November 2022 | 18:00 WIB

Menjalin Ikhtiar Merawat Bumi

Sabtu, 5 November 2022 | 09:00 WIB

Jelang COP27 – KTT Iklim Mesir

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Climate TRACE

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Menyongsong 2030, Indonesia Perlu Pemimpin Ekonom

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:30 WIB
X