• Jumat, 7 Oktober 2022

Anthony Budiawan: Kebijakan ESDM Atur Harga Vivo Langgar UU Anti Monopoli

- Minggu, 4 September 2022 | 15:50 WIB
Sumber: twitter.com
Sumber: twitter.com

Watyutink.com - Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan, menganggap tindakan pemerintah intervensi harga Ron-89 yang diedarkan SPBU Vivo melanggar UU Anti Monopoli. Tindakan ini bisa memicu price fixing atau kolaborasi menentukan harga tertentu karena membatasi tindakan entitas usaha untuk mengambil tindakan usaha berupa menentukan harga produknya sendiri,

Sebelumnya, Tutuka Ariadji, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pihak Vivo akan segera menyesuaikan harga BBM murah di Indonesia agar sesuai dengan harga yang dianjurkan pemerintah.

"Perintah menaikkan harga BBM kepada Vivo sangat berbahaya, bisa melanggar UU Antimonopoli: Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, antara lain praktek kolaborasi menentukan harga tertentu, atau price fixing? Hukumannya adalah pidana?," jelas Anthony melalui cuitannya via Twitter.

Anthony menganggap tindakan ini aneh karena yang dilakukan Vivo seharusnya bisa meningkatkan daya beli pemerintah tanpa menggunakan subsidi pemerintah. Dia menegaskan terdapat keterlibatan pemerintah untuk memfavoritkan Pertamina dengan kebijakan ini.

"Kalau pertalite Rp10.000/liter masih subsidi, pemerintah harusnya senang masyarakat beli BBM dari SPBU lainnya: subsidi pertalite berkurang. Perintahkan Vivo naikkan harga, indikasi Pertamina mau dongkrak penjualan pertalite: Rp10.000/liter untung besar?," tegasnya.

Intervensi harga, menurut Anthony, adalah tindakan yang melanggar rule of law karena mendorong munculnya monopoli harga serta dapat merugikan masyarakat.

"Di negara maju, beradab, atau berkedaulatan rakyat, yang menjalankan hukum berdasarkan rule of law, kebijakan yang dengan sengaja merugikan masyarakat luas pasti akan mempunyai implikasi serius, bisa-bisa terkena mosi tidak percaya, alias lengser?" tambah Anthony lagi.

Diketahui, SPBU Vivo menurunkan harga BBM di tengah kenaikan harga BBM Pertamina. Untuk BBM jenis Revvo 89 yang harga sebelumnya Rp9.290 per liter turun menjadi Rp8.900 per liter.

Kemudian, Revvo 92 yang sebelumnya dijual Rp17.250 per liter menjadi Rp15.400 per liter. Lalu, untuk Revvo 95 menjadi Rp16.100 dari sebelumnya Rp18.250.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

LPS: Ekonomi RI Masih Mampu Tumbuh Baik Tahun Depan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:54 WIB

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X