• Jumat, 7 Oktober 2022

Bantuan Sosial Hanya Bisa Lindungi Orang Tidak Mampu Selama 4 Bulan!

- Senin, 5 September 2022 | 13:05 WIB
Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira. Foto : jpnn.com 
Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira. Foto : jpnn.com 

Watyutink.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menganggap bansos yang dipersiapkan untuk lindungi masyarakat dari dampak kenaikan BBM tidak efektif. Pemberian bantuan sosial tidak akan mencegah orang-orang yang sebelumnya berada di kelas menengah menjadi miskin, karena yang sebelumnya mampu membeli Pertalite di angka Rp7.650 per liter, sekarang kesulitan di saat angka Pertalite berada di kisaran Rp10.000/liter.

Sebelumnya, kenaikan harga BBM baru saja diumumkan pada Sabtu (3/9). Rincian kenaikan terdiri dari harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan harga Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

"Bansos yang hanya melindungi orang miskin dalam waktu 4 bulan, tidak akan cukup dalam mengompensasi efek kenaikan harga BBM," ujar Bhima seperti yang dikutip dari rmol.id (5/9).

"Sekarang harga Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter, mereka turun kelas jadi orang miskin," ungkapnya lagi.

Terlebih lagi, data bantuan langsung tunai (BLT) yang pemerintah susun sebelum kenaikan BBM akan sulit untuk menjangkau orang-orang tidak mampu baru yang muncul paska kenaikan BBM yang baru saja dilakukan ini.

"Karena adanya penambahan orang miskin pasca kebijakan BBM subsidi naik. Pemerintah perlu mempersiapkan efek berantai naiknya jumlah orang miskin baru dalam waktu dekat," ungkap Bhima selanjutnya.

Untuk Bansos sebagai bantalan sosial, anggaran yang dialokasikan bernilai Rp 24,17 triliun, yang terdiri dari dana yang dikeluarkan pemerintah pusat sebesar Rp22 triliun, serta Rp2,17 triliun yang merupakan sisa anggaran yang dibutuhkan berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengalokasikan 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

LPS: Ekonomi RI Masih Mampu Tumbuh Baik Tahun Depan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:54 WIB

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X