• Jumat, 7 Oktober 2022

Pemerintah Tidak Manfaatkan Surplus Dari Penjualan Batu Bara Untuk Tutupi Subsidi BBM

- Selasa, 6 September 2022 | 11:00 WIB
Ilustrasi: kan_watyutink.com/ Net
Ilustrasi: kan_watyutink.com/ Net

 

Watyutink.com - Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan, mengaku prihatin atas tidak dimanfaatkannya surplus dari penjualan batubara bagi subsidi BBM.

Surplus tersebut ada karena harga batu bara baru saja mencatatkan rekor baru kemarin. Pada perdagangan Senin (5/9/2022), harga batu kontrak Oktober di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 463,75 per ton. Harganya terbang 5,18% dibandingkan perdagangan terakhir pada pekan lalu, dibandingkan rekor sebelumnya yakni US$ 446 per ton pada Maret 2022.

Anthony menegaskan, seharusnya kenaikan harga batu bara bisa dinikmati oleh masyarakat, dalam wujud subsidi BBM yang dipertahankan dengan menggunakan pendapatan negara paska kenaikan harga batu bara dunia.

Baca Juga: Anthony Budiawan: Teguran Pemerintah ke Vivo Soal Harga BBM Tidak Masuk Akal

"Harga rata-rata bulanan naik $17, sekitar Rp250.000/ton, ekspor rata-rata per bulan 28,75 juta ton (tahun lalu): rejeki langit Rp7.187.500.000.000/bulan. Kalau selama 6 bulan (2022) naik $170/ton: rejeki langit 6 bulan Rp431,25 triliun! Rakyat dapat apa?,' cuit Anthony dalam akun twitternya.

"Rakyat dapat harga BBM dinaikkan. Harga pertalite naik Rp2.350 per liter: dari Rp7.650 menjadi Rp10.000. Harga solar naik Rp1.650 per liter: dari Rp5.150 menjadi Rp6.800: uang rakyat yang tersedot bisa capai Rp31,75 triliun. Ironi negeri oligarki tirani," tambahnya.

Kenaikan BBM baru saja diumumkan pada Sabtu (3/9). Rincian kenaikan terdiri dari harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, harga Solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, dan harga Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Baca Juga: Anthony Budiawan : Surplus Harga Komoditas Seharusnya Bisa Tutupi Subsidi BBM

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

LPS: Ekonomi RI Masih Mampu Tumbuh Baik Tahun Depan

Kamis, 6 Oktober 2022 | 20:54 WIB

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X