• Minggu, 25 September 2022

Pelaku UMKM Masih Ragu dan Tak Percaya Diri dalam Adopsi dan Memanfaatkan Platform Digital

- Rabu, 7 September 2022 | 20:30 WIB
Sumber: kominfo.go.id/antarafoto
Sumber: kominfo.go.id/antarafoto

Watyutink.com –Direktur Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika I Nyoman Adhiarna mengatakan bahwa sejatinya 74% pelaku UMKM telah menyadari manfaat digitalisasi bagi bisnisnya, namun baru ada 20% yang memiliki literasi digital dan memanfaatkan platform-platform belanja daring.

“Para pelaku UMKM masih memiliki keraguan dan ketidakpercayaan diri dalam mengadopsi sekaligus memanfaatkan berbagai platform digital. Keterbatasan modal bisnis, kurangnya literasi digital, serta tidak memiliki alat maupun gawai digital menjadi 3 (tiga) alasan utama pelaku UMKM,” kata I Nyoman ketika menjadi pembicara dalam 
Webinar Digitizing Indonesia’s Informal Economy di Jakarta, Selasa (6/9).

Ia menambahkan, apabila disandingkan dengan UMKM yang belum digitally onboarded, UMKM yang sudah terintegrasi digital dapat menerima pendapatan 1,1x lebih banyak, mampu memperoleh cakupan pasar 2,1x lebih luas di level nasional, dan 4,6x lebih luas di level internasional, serta 1,3x lebih mungkin membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Lakukan Digitalisasi untuk Kembangkan Usaha dan Tingkatkan Taraf Hidup

Upaya digitalisasi ini juga sejalan dengan tema besar dalam Presidensi G20 Indonesia 2022 yaitu transformasi digital yang inklusif, termasuk kepada pelaku UMKM, sehingga pertumbuhan pada sektor ini juga pasti akan berdampak positif terhadap ekonomi nasional.

Meski demikian, transformasi digital para pelaku UMKM, terutama pada segmen ultra mikro misalnya warung-warung kelontong memang tak mudah.

Padahal menurutnya warung memiliki peran penting sebagai sarana perdagangan utama di Indonesia. Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, 76.085 desa/kelurahan atau lebih dari 80% desa/kelurahan di Indonesia mengandalkan warung sebagai sarana perdagangan utama masyarakat.

Baca Juga: Digitalisasi Ekosistem Warung Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkatkan Taraf Hidup

Jumlah warung sebanyak lebih dari 3,6 juta saat ini juga berkontribusi lebih dari 80% terhadap nilai perdagangan ritel di Indonesia.

 

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X