• Minggu, 2 Oktober 2022

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

- Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
Ilustrasi Hacker/ Net
Ilustrasi Hacker/ Net

Watyutink.com- Indonesia sedang dihebohkan dengan berita pencurian data di Kementerian Kominfo dalam jumlah yang cukup luar biasa. Isu mengenai keamanan cyber di Indonesia bukan hal yang baru-baru terjadi saat ini saja.

Interpol meletakkan Indonesia di urutan teratas dalam hal kelemahan sekuritas cyber, seperti ditunjukkan dalam data Asean Cyberthreat Assessment pada 2021. Secara gamblang, hal ini membuktikan bahwa kemanan cyber Indonesia terbilang sangat lemah di antara negara-negara ASEAN.

Seorang hacker bernama Xerxes (nama samaran) mengungkapkan, “keamanan cyber di Indonesia sangatlah mengerikan, saya mengira ini seperti dijalankan oleh anak berusia 14 tahun,” seperti dilansir dari TheStar.

Hacker berusia 21 tahun ini telah mengklaim bahwa dia telah meretas platform perdagangan dan data yang dicuri hampir mendekati 500 ribu data pengguna dan 1 juta basis data serta dokumen perusahaan. Jumlah yang sangat fantastis, di mana jutaan data pribadi itu sudah siap dijual.

Xerxes juga mengklaim sudah melakukan peretasan terhadap beberapa perusahaan di Indonesia pada bulan Desember 2021, tetapi dia tidak ingin menyebutkan perusahaan tersebut.

Sementara itu, Gimmci, seorang hacker yang mengaku berkebangsaan Amerika Serikat mengatakan, “saya melihat banyak kerentanan di situs Indonesia. Saya tidak bilang mereka lemah tetapi faktanya situs sekelas pemerintah masih dapat diretas,” seperti dikutip dari TheStar.

Selain itu, Gimmci juga menyebutkan bahwa dia telah memiliki 130 ribu data pribadi masyarakat Indonesia yang terdiri dari foto KTP, foto KK, NPWP dan banyak lagi, yang didapat dari meretas secara ilegal situs pencari kerja online.

Gimmci menungkapkan kepada The Post bahwa dia menggunakan Malware bernama “webshell” dalam bentuk gambar untuk memecahkan kemanan cyber beberapa platform situs pemerintahan dan mendapatkan akses dari jauh.

Belum ada satupun orang yang membuktikan kebenaran klaim kedua hacker tersebut di atas. Sementara Pei Yuan Wong dari CTO IBM Security ASEANZK (Austrlia, Asia Tneggara, Selandia Baru dan Korea) menungkapkan bahwa data yang didapat dan dijual oleh Gimmci tampaknya sah. “Peretas dapat membuat daftar contoh dan detail bidang di basis data, jadi kemungkinan besar data itu valid,” ungkap Wong.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Sumber: The Star

Tags

Terkini

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X