• Rabu, 7 Desember 2022

Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga Acuan BI7DRR Jadi 4,25 Persen Demi Tekan Inflasi

- Kamis, 22 September 2022 | 16:20 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (bi.go.id)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (bi.go.id)

Watyutink.com - Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5 persen.

Keputusan kenaikan suku bunga acuan BI7DRR tersebut dilakukan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3,0±1 persen pada paruh kedua 2023.

Kenaikan suku bunga acuan BI7DRR Bank Indonesia itu juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Baca Juga: Menteri PUPR Beri Sinyal Tarif Tol Bakal Naik Ikuti Harga BBM

Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (22/9/2022).

Upaya menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Bank Indonesia antara lain dengan memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR tersebut untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasarannya.

Selain itu, memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai bagian untuk pengendalian inflasi dengan intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Baca Juga: Masyarakat Keluhkan Kualitas Pertalite Turun Setelah Harga Naik, Ini Penjelasan Pertamina

Melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder (operation twist) untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investasi portofolio asing melalui kenaikan yield SBN tenor jangka pendek sejalan dengan kenaikan suku bunga BI7DRR dan kenaikan struktur yield SBN jangka panjang yang lebih rendah, dengan pertimbangan tekanan inflasi lebih bersifat jangka pendek dan akan menurun kembali ke sasarannya dalam jangka menengah panjang.

Melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada aspek profitabilitas bank.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X