• Minggu, 2 Oktober 2022

Transaksi Uang Elektronik dan Digital Banking Melonjak, BI: Sejalan dengan Normalisasi Mobilitas Masyarakat

- Jumat, 23 September 2022 | 13:36 WIB
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)

Watyutink.comBank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik (UE) pada Agustus 2022 meningkat 43,24 persen secara tahunan (yoy) mencapai Rp35,5 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 31,40 persen (yoy) menjadi Rp4.557,5 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kenaikan nilai transaksi uang elektronik (UE) dan transaksi digital banking tersebut sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat.

“Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu Automatic Teller Machine (ATM), kartu debet, dan kartu kredit mengalami peningkatan 34,72 persen (yoy) menjadi Rp722,5 triliun,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga Acuan BI7DRR Jadi 4,25 Persen Demi Tekan Inflasi

Menurut Perry, Bank Indonesia terus mendorong inovasi sistem pembayaran dengan melanjutkan persiapan implementasi Kartu Kredit Pemerintah (KKP) Domestik secara bertahap, antara lain melalui pengembangan KKP Domestik berbasis kartu untuk meningkatkan akseptasi dan transaksi KKP Domestik termasuk efisiensi transaksi pemerintah.

Dia juga menjelaskan mengenai kondisi uang karta. Jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Agustus 2022 meningkat 6,96 persen (yoy) mencapai Rp902,7 triliun. Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk peredaran uang rupiah kertas tahun emisi 2022.

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5 persen.

Baca Juga: Menteri PUPR Beri Sinyal Tarif Tol Bakal Naik Ikuti Harga BBM

Keputusan kenaikan suku bunga acuan tersebut dilakukan dalam RDG Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3,0±1 persen pada paruh kedua 2023.

Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia itu juga untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

Indonesia Darurat Kemanan Cyber!

Kamis, 8 September 2022 | 20:15 WIB
X