• Rabu, 30 November 2022

Sri Mulyani Memprediksi Perekonomian Global Akan Alami Resesi Tahun Depan

- Senin, 26 September 2022 | 20:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  (Instagram @smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Instagram @smindrawati)

Watyutink.com -- Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi perekonomian global akan mengalami resesi tahun depan, ditandai dengan kenaikan suku bunga.

Menurut Sri Mulyani, Bank Dunia menyebut perekonomian global akan masuk ke dalam resesi tahun depan karena sejumlah negara mengalami kenaikan suku bunga.

Sri Mulyani mengungkapkan kenaikan suku bunga acuan secara agresif di sejumlah negara akan menahan laju pertumbuhan ekonomi. Karena itu sejumlah negara berpotensi masuk ke jurang resesi tahun depan.

Baca Juga: Bank Indonesia Menaikkan Suku Bunga Acuan BI7DRR Jadi 4,25 Persen Demi Tekan Inflasi

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, “Inilah yang sekarang sedang terjadi yaitu kenaikan suku bunga oleh bank sentral terutama di negara-negara maju secara cukup cepat dan ekstrem dan itu pasti akan memukul pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut.”

Sri Mulyani menyebutkan, suku bunga acuan bank sentral Inggris sudah naik 200 basis poin selama 2022. Begitu pula dengan Amerika Serikat (AS) yang sudah naik 300 bps sejak awal tahun.

"(Bunga acuan) AS sudah 3,25 persen, sudah naik 300 bps, ini terutama karena rapat September ini mereka menaikkan lagi dengan 75 bps. Ini merespons inflasi AS 8,3 persen," ujarnya.

Baca Juga: BI: Penurunan Pertumbuhan Ekonomi AS, Eropa dan Tiongkok Akan Lebih Besar Tahun Depan

Bank Dunia dalam rilis yang dikeluarkan pada 15 September 2022 memproyeksikan risiko resesi global karena kenaikan suku bunga dan berdampak cukup lama (lasting harm) bagi negara berkembang dan kawasan yang tengah tumbuh (emerging market).

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X