• Minggu, 29 Januari 2023

4th IFS 2022 Rumuskan Strategi Sambut Pertumbuhan Ekonomi Digital 130 Miliar Dolar AS pada 2025

- Selasa, 8 November 2022 | 09:41 WIB
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB)  (ojk.go.id/id)
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) (ojk.go.id/id)

Watyutink.com – Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) serta asosiasi dan pelaku fintech akan menggelar Indonesia Fintech Summit (4th IFS 2022) pada 10-11 November 2022 di Bali.

Acara yang memasuki tahun keempat ini (4th IFS 2022) diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempertemukan para pendiri fintech lokal dan internasional, regulator, lembaga keuangan, investor, akademisi, dan pemangku kepentingan utama lain.

“4th IFS 2022 untuk membahas topik industri dan peraturan terkini, mengembangkan jejaring, serta merumuskan strategi atau aksi advokasi guna mempercepat digitalisasi pada industri jasa keuangan serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” tulis OJK dalam siaran persnya, Senin, (7/11/2022).

Tema yang diusung pada 4th IFS 2022 adalah "Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability".

4th IFS 2022 digagas oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), dan digelar atas sinergi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI).

Dalam siaran pers tersebut, OJK memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga 130 miliar dolar AS pada 2025, salah satunya dipengaruhi oleh adopsi layanan keuangan digital.

Dengan pergerakan yang menunjukkan peningkatan signifikan, layanan keuangan digital/financial technology (fintech) dipercaya mampu mendorong akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan, IFS diharapkan mampu mengoptimalkan dampak positif sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sistem keuangan di masa mendatang dengan mengimplementasikan keseimbangan antara inovasi, pertumbuhan, dan perlindungan konsumen.

"Sebagai Asosiasi yang resmi ditunjuk oleh OJK untuk menaungi penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD), ajang IFS menjadi upaya AFTECH untuk meraih visi, yakni mendorong inklusi keuangan melalui layanan keuangan digital," ujar Pandu.

Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Dudi Dermawan menyatakan, jumlah fintech di Indonesia tumbuh pesat dengan transaksi yang terus berakselerasi.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

CIMB Niaga Finance Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:06 WIB

Indonesia Diminta Berhati-hati Kelola Makro Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2022 | 14:49 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat November 2022

Senin, 19 Desember 2022 | 15:07 WIB
X