• Kamis, 8 Desember 2022

OJK Terbitkan Aturan Perlakuan Khusus Dampak Bencana Bagi Seluruh Lembaga Jasa Keuangan

- Kamis, 10 November 2022 | 16:56 WIB
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB)  (ojk.go.id/id)
Gedung OJK Bidang Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) (ojk.go.id/id)

Watyutink.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2022 tentang Perlakuan Khusus Lembaga Jasa Keuangan (LJK) pada Daerah dan Sektor Tertentu di Indonesia yang Terkena Dampak Bencana (POJK Perlakuan Khusus Dampak Bencana).

POJK Perlakuan Khusus Dampak Bencana ini diterbitkan memperbarui ketentuan sebelumnya yaitu POJK 45/POJK.03/2017 yang hanya mengatur perlakuan khusus bagi debitur yang terkena dampak bencana alam dan berlaku bagi bank.

Sementara POJK Perlakuan Khusus Dampak Bencana yang baru mengatur perlakuan khusus dampak bencana yang disebabkan oleh kondisi bencana baik alam maupun nonalam dan berlaku bagi seluruh LJK.

“Melalui POJK ini, OJK dapat menetapkan daerah dan atau sektor tertentu di Indonesia yang terkena dampak bencana serta jangka waktu perlakuan khusus,” kata Direktur Humas OJK Darmansyah dalam siaran pers, Rabu (9/11/2022).

Penerbitan POJK Perlakuan Khusus Dampak Bencana ini berlaku untuk bank, industri pasar modal, dan lembaga jasa keuangan non-bank (LJKNB) serta lembaga jasa keuangan lainnya.

 Menurut Darmansyah, penentuan daerah dan atau sektor tertentu yang terkena bencana dilakukan oleh OJK dengan memperhatikan aspek antara lain luas wilayah yang terkena bencana, jumlah korban jiwa, jumlah kerugian materiil, jumlah debitur yang diperkirakan terkena dampak bencana.

Selain itu, persentase jumlah kredit atau pembiayaan yang diberikan kepada debitur yang terkena dampak bencana terhadap jumlah kredit atau pembiayaan di daerah dan atau sektor tertentu yang terkena bencana.

Aspek lain adalah persentase jumlah kredit atau pembiayaan dengan plafon sampai dengan Rp10 miliar  terhadap jumlah kredit atau pembiayaan di daerah dan atau sektor tertentu yang terkena dampak bencana serta aspek lainnya yang menurut OJK perlu untuk dipertimbangkan.

Menurut Darmansyah, definisi bencana yang menjadi cakupan POJK ini adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan atau faktor nonalam maupun faktor manusia.

Bencana tersebut mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dampak psikologis, terganggunya kinerja pelaku industri di sektor jasa keuangan, dan atau memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X