• Kamis, 8 Desember 2022

Nilai Ekonomi Digital Indonesia Lebih dari 70 Miliar Dolar AS, Tertinggi di ASEAN Saat Ini

- Jumat, 11 November 2022 | 15:00 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyataka siap hadapi resesi global (Sarwani)
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyataka siap hadapi resesi global (Sarwani)

Watyutink.com - Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, saat ini ekonomi digital Indonesia bernilai lebih dari 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.099 triliun dengan kurs Rp15.700, tertinggi di ASEAN.

“Dengan demikian, Indonesia akhirnya dapat menjadi tongkat yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi regional di ASEAN," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar pada kesempatan 4th Indonesia Fintech Summit yang berlangsung pada 10-11 November 2022 di Bali.

Mahendra  juga memperkirakan nilai ekonomi digital di Indonesia mencapai lebih dari 330 miliar dolar AS pada 2030, atau sekitar Rp5.181 triliun dengan kurs Rp15.700 per dolar AS.

Menurut Mahendra, untuk mencapai angka tersebut, pemerintah bersama BI dan OJK terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebijakan dan layanan kepada perusahaan untuk untuk dapat mendukung pencapaian target tersebut.

"Hal terbaik yang sekiranya dapat dilakukan regulator adalah mempromosikan layanan inovasi digital dan mengurangi potensi risiko yang sekiranya dapat muncul,” kata Mahendra.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya pada acara tersebut optimistis ekonomi digital di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik dengan perkiraan mencapai 124 miliar - 146 miliar dolar AS pada 2025

Prospek yang baik tersebut karena adanya dorongan akselerasi perkembangan ekonomi digital dengan berbagai inovasi yang dilakukan. Luhut berharap sebanyak 74.000 desa di Indonesia berpotensi untuk dijangkau oleh fintech sehingga layanan keuangan digital juga semakin dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P. Joewono mengungkapkan pembayaran digital perbankan tumbuh s26,44 persen secara tahunan (year on year). Hal ini menandakan transformasi digital perbankan terus berlanjut.

"Perbankan dan fintech perlu berkolaborasi dan berkompetisi untuk meningkatkan kualitas layanan. Ke depan, akselerasi transaksi digital memerlukan infrastruktur yang cepat, efisien dan aman," kata Doni.

Untuk mengoptimalkan hal tersebut, menurut Doni, BI melangkah bersama transformasi digital bagi pemulihan ekonomi melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 guna menciptakan ekosistem pembayaran digital yang sehat.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X