• Kamis, 8 Desember 2022

Asosiasi Fintech Sebut Pembiayaan ke UMKM Hadapi Tantangan Data

- Jumat, 11 November 2022 | 15:30 WIB
UMKM/ Watyutink.com
UMKM/ Watyutink.com

Watyutink.com - Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengungkapkan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait data UMKM.

"Kita selalu menyebutkan adanya 65 juta UMKM di Indonesia. Pertanyaan saya, dan kami sudah melakukan validasi, apakah data tersebut masih relevan?" ujar Adrian di sela-sela rangkaian 4th Indonesia Fintech Summit yang diselenggarakan pada 10-11 November 2022 di Bali.

Adrian memaparkan, berdasarkan sebuah riset yang dilakukan bersama dengan salah satu lembaga riset, demografi UMKM di Indonesia sudah sangat jauh berubah seiring dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini.

Jika dilihat lebih dalam, sektor UMKM saat ini terbagi ke dalam empat subsegmen di mana terdapat pemain-pemain baru yang dulu belum ada sebelumnya, seperti konten kreator youtube, pelaku digital advertising dan lain-lain.

Pemahaman akan jenis bisnis UMKM yang ada ini, menurut Adrian, sangat penting untuk memetakan sejumlah hal dalam upaya pendanaan.

"Jadi, sebenarnya tantangan terbesar bagi kami selaku penyedia pendanaan bagi UMKM, yakni dimana dan bagaimana kami harus memulai, bagaimana kami harus melakukan penskalaan, bagaimana kami bisa menjaga risiko yang ada guna memastikan industri fintech lending bisa terus bertumbuh tetapi juga bisa memiliki portofolio yang bagus," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AFTECH Pandu Patria Sjahrir, mengatakan bahwa 4th Indonesia Fintech Summit dan Bulan Fintech Nasional 2022 bertujuan untuk mendukung upaya kolaboratif dalam mencapai keseimbangan antara inovasi, pertumbuhan, serta tata kelola keuangan digital dan fintech yang baik, juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Dalam mencapai tujuan tersebut, inklusi keuangan menjadi salah satu hal yang harus didorong. Selain itu, regulasi yang kondusif juga menjadi kunci pengembangan industri fintech yang berkelanjutan,” kata Pandu.

Pengembangan industri fintech menjadi pekerjaan rumah bersama, menurut Adrian, baik pemerintah, asosiasi, pelaku industri, serta masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin solid, kami percaya perekonomian masyarakat akan kembali pulih, bahkan dampak positifnya akan dirasakan dalam jangka panjang," kata Pandu.

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X