• Kamis, 8 Desember 2022

BI Naikkan Lagi Suku Bunga Acuan 50 bps Jadi 5,25 Persen

- Kamis, 17 November 2022 | 16:29 WIB
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)
Gedung BI (Situ BI/bi.go.id/id/publikasi)

Watyutink.com - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen untuk menjaga inflasi inti berada di kisaran 3 persen pada pertengahan tahun depan.

Berbarengan dengan penaikan suku bunga acuan BI7DRR, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4,5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 6 persen.

“Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/11/2022).

Bulan lalu, tepatnya 20 Oktober, BI baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 4,75 persen.

Kebijakan menaikkan suku bunga acuan, menurut Perry, untuk menurunkan inflasi inti kembali ke dalam sasaran 3,0±1 persen lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023.

Tujuan lain dari penaikan suku bunga acuan tersebut, Ferru mengatakan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibat kuatnya dolar AS.

“Dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, di tengah peningkatan permintaan ekonomi domestik yang tetap kuat,” imbuh Perry.

Menurut Perry, Bank Indonesia juga terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi dengan memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan tersebut.

BI akan terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan tetap berada di pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas baik melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Bank sentral itu juga akan melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kenaikan BI7DRR dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

X