• Minggu, 29 Januari 2023

OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Sampai 2024, Antisipasi Dampak Lanjutan Pandemi Covid-19

- Senin, 28 November 2022 | 16:13 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyataka siap hadapi resesi global (Sarwani)
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyataka siap hadapi resesi global (Sarwani)

Watyutink.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang masa restrukturisasi kredit dan pembiayaan sampai 2024. Kebijakan tersebut akan dilakukan untuk target tertentu dan bersifat sektoral untuk mengatasi dampak lanjutan pandemi COVID-19.

OJK menyatakan ketidakpastian ekonomi global tetap tinggi saat ini, terutama disebabkan oleh normalisasi kebijakan Bank Sentral AS, The Fed, ketidakpastian kondisi geopolitik, serta laju inflasi yang tinggi.

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia ke depan tidak terhindarkan sebagaimana diprakirakan oleh berbagai lembaga internasional,” kata OJK dalam keterangan tertulis seperti dikutip Antara, Senin (28/11/2022)

OJK menyebutkan, pemulihan perekonomian nasional terus berlanjut seiring dengan lebih terkendalinya pandemi dan normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian besar sektor dan industri Indonesia telah kembali tumbuh kuat.

“Sekalipun demikian, berdasarkan analisis mendalam yang dilakukan OJK, dijumpai beberapa pengecualian akibat dampak berkepanjangan pandemi COVID-19 (scarring effect).”

Sehubungan dengan perkembangan tersebut dan menyikapi akan berakhirnya kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan pada Maret 2023, menurut OJK, pihaknya mengambil kebijakan mendukung segmen, sektor, industri dan daerah tertentu (targeted) yang memerlukan periode restrukturisasi kredit atau pembiayaan tambahan selama satu tahun sampai 31 Maret 2024.

Segmen yang akan disasar adalah UMKM yang mencakup seluruh sektor. Secara sectoral akan dipilih bidang penyediaan akomodasi dan makan-minum, industri yang menyediakan lapangan kerja besar, seperti tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki.

“Kebijakan tersebut dilakukan secara terintegrasi dan berlaku bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan.”

Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan yang ada dan bersifat menyeluruh dalam rangka pandemi COVID-19 masih berlaku sampai Maret 2023. Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pelaku usaha yang masih membutuhkan kebijakan tersebut, dapat menggunakan kebijakan dimaksud sampai dengan Maret 2023 dan akan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya perjanjian kredit atau pembiayaan antara LJK dengan debitur.

OJK akan terus mencermati perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional, termasuk fungsi intermediasi dan stabilitas sistem keuangan. Dalam kaitan itu, OJK tetap meminta LJK mempersiapkan penyangga atau buffer yang memadai untuk memitigasi risiko-risiko yang mungkin timbul.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

CIMB Niaga Finance Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:06 WIB

Indonesia Diminta Berhati-hati Kelola Makro Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2022 | 14:49 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat November 2022

Senin, 19 Desember 2022 | 15:07 WIB
X