• Minggu, 29 Januari 2023

Luhut Sebut Pemerintah Akan Batasi Belanja Impor Hanya 5 Persen pada 2023

- Selasa, 29 November 2022 | 21:32 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan  (Dok. Biro Pers Setpres)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Biro Pers Setpres)

Watyutink.com - Komitmen pemerintah untuk belanja produk dalam negeri (PDN) yang dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN telah mencapai lebih dari Rp 994,46 triliun per November 2022.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dari total komitmen belanja itu, realisasinya sudah menyentuh Rp 584,59 triliun.

"Ini membuktikan keberpihakan pemerintah terhadap produsen dalam negeri," kata Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Monitoring dan Evaluasi Inpres 2/2022 di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Saat ini produk dalam negeri di dalam e-katalog telah mencapai 2,18 juta produk. Walaupun penyerapan barang dalam negeri terus meningkat, menurut Luhut, masih perlu percepatan untuk merealisasikan belanja produk dalam negeri.

"Diperlukan akselerasi realisasi belanja produk dalam negeri oleh pemerintah pusat dan daerah yang baru mencapai Rp 343,29 triliun dari target Rp 400 triliun tahun ini,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2022 yang menginstruksi menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah untuk memanfaatkan serta memberdayakan produk dalam negeri dan produk UMK-Koperasi melalui pengadaan barang/jasa.

Melalui Inpres tersebut Jokowi bermaksud meningkatkan perputaran ekonomi, menciptakan supply-demand produk lokal, dan sistem pengadaan pemerintah yang efisien, transparan, serta berkelanjutan.

Untuk itu Luhut mendorong komitmen semua pihak untuk memangkas impor pada tahun depan. "Tahun depan, seluruh belanja impor maksimal 5 persen, dengan 95 persen untuk belanja PDN, atau berkisar Rp 1.002 triliun," ujarnya.

Pengurangan impor tersebut diharapkan Luhut dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

"Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), peralihan belanja impor ke belanja PDN senilai Rp 400 triliun saja, dapat memberi dampak ekonomi sekitar 1,6 persen hingga 1,7 persen dengan serapan 2 juta tenaga kerja. Apalagi apabila seluruh Rp 1.002 triliun untuk belanja PDN," katanya.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

CIMB Niaga Finance Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:06 WIB

Indonesia Diminta Berhati-hati Kelola Makro Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2022 | 14:49 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat November 2022

Senin, 19 Desember 2022 | 15:07 WIB
X