• Minggu, 29 Januari 2023

Pemerintah Didesak Lakukan Audit Independen Satgassus Merah Putih

- Rabu, 30 November 2022 | 19:19 WIB
Kapal pengangkut batubara di Sungai Musi, Palembang. Foto : Antara/Nova Wahyudi
Kapal pengangkut batubara di Sungai Musi, Palembang. Foto : Antara/Nova Wahyudi

Watyutink.com – Satu seminar mendesak pemerintah untuk melakukan audit independen terhadap Satgassus Merah Putih yang dinilai telah mencoreng nama baik Polri dan diduga terkait dengan aktivitas ilegal sehingga memperburuk citra Indonesia.

“Menuntut Presiden Joko Widodo yang telah memberi restu berdirinya Satgassus Merah Putih pada 2019 untuk bertanggung jawab. Beliau yang membawahi Polri. Satgassus tidak cukup hanya dibubarkan, tetapi harus ada pertanggungjawabannya,” kata Ketua Front Kedaulatan Negara (FKN) Marwan Batubara yang juga koordinator seminar, Rabu (30/11/2022).

Seminar tersebut memilih tema “Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Satgassus Merah Putih Polri dalam Berbagai Aspen Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Hadir menjadi pembicara mantan Ketua KPK Abraham Samad, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan, akademisi Ubeidillah Badrun, dan aktivis senior Irma Hutabarat.

Menurut Marwan, kalau tidak dilakukan segera pertanggungjawaban Satgassus maka sangat pantas rakyat meminta Presiden Jokowi turun. Dia meminta MPR segera memproses pemakzulan Presiden Jokowi sesuai dengan Pasal 7, UUD 45.

“Jokowi harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan Satgassus yang telah mencoreng nama Polri dan menurunkan martabat bangsa,” ujar Marwan.

Di akhir seminar, peserta meneriakkan yel yel “Kami menuntut pemerintah untuk melakukan audit independen terhadap Satgassus sekarang juga”.

Pada kesempatan itu, Anthony mengatakan Satgassus patut diduga terlibat dalam sejumlah aktivitas ilegal seperti narkoba, prostitusi, judi online, dan pertambangan liar yang merugikan negara ratusan triliun rupiah selama berdirinya lembaga tersebut. “Harus dibuktikan apakah hal ini benar atau tidak,” katanya.

Anthony mencontohkan judi online yang menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melibatkan perputaran uang senilai Rp155 triliun. Setelah Kasatgassus Ferdy Sambo ditangkap terkait pembunuhan Brigadir J, aktivitas judi online terbongkar di sejumlah tempat. Bahkan salah satu pentolan judi online, Aping, sempat kabur ke luar negeri.

“Untuk membuktikan apakah Satgassus terlibat dalam aktivitas ilegal atau tidak bisa ditelusuri dari aktivitas transaksi melalui PPATK. Dibuka semua ke mana dana itu mengalir,” kata Anthony.

“Kalau masalah judi online tidak diungkap maka negara tercoreng oleh anggapan masyarakat yang menilai bahwa Indonesia adalah negara kepolisian,” imbuh Anthony.

Halaman:

Editor: Sarwani

Tags

Terkini

CIMB Niaga Finance Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:06 WIB

Indonesia Diminta Berhati-hati Kelola Makro Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2022 | 14:49 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat November 2022

Senin, 19 Desember 2022 | 15:07 WIB
X