• Minggu, 29 Januari 2023

Indonesia Bakal Punya Rupiah Digital, BI Pastikan Uang Kertas dan Logam Tidak Hilang

- Selasa, 6 Desember 2022 | 10:30 WIB

Watyutink.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini tengah mempersiapkan mata uang rupiah dalam bentuk atau jenis baru. Mata uang tersebut akan melengkapi 2 jenis mata uang rupiah yang saat ini telah beredar dan digunakan masyarakat. Sehingga nantinya akan ada 3 jenis mata uang rupiah yang bisa digunaka. Sebagai alat pembayaran yang sah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan mata uang yang tengah dipersiapkan adalah rupiah digital. Perry mengungkapkan rupiah digital saat ini masih dalam tahap persiapan setelah buku putihnya atau white paper berjudul Proyek Garuda resmi diluncurkan pada Rabu 30 November 2022.

Saat berbicara di acara Meniti Jalan menuju Rupiah Digital, Senin 5 Desember 2022, Perry Warjiyo menjelaskan uang rupiah digital tidak akan menghilangkan rupiah dalam bentuk kertas dan logam. Namun bisa jadi nantinya masyarakat akan lebih tertarik menggunakan uang digitai. Itulah sebabnya di masa depan uang rupiah digital diprediksi bakal lebih mendominasi.

"Indonesia kurang lebih sekitar itu 60% milenial, apalagi anak-anak, cucu kita, itu memerlukan alat pembayaran digital," kata Perry.

Penyandang gelar Ph.D bidang ekonomi moneter dan internasional di Iowa State University, Amerika Serikat (AS) ini menjelaskan jika nanti rupiah digital sudah resmi beredar, Indonesia akan mempunyai 3 jenis atau bentuk alat pembayaran. Ketiganya adalah uang rupiah kertas dan logam, uang rupiah kartu, baik kertu debit, kredit, maupun e-money serta uang rupiah digital.

"Karena sekarang masyarakat kita secara demografi ada yang masih ingin menggunakan alat pembayaran kertas. itu biasanya tua-tua kayak aku, ada yang masih ingin berbasis rekening, tadi kartu-kartu, ada yang perlu digital," tutur Perry.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Instagram @perrywarjiyo4791)

Mengutip penjelasan di buku putih Proyek Garuda, Perry menuturkan uang rupiah digital mempunyai beberapa fungsi, pertama adalah sebagai alat pembayaran digital yang sah di NKRI. Fungsi ini melengkapi penggunaan uang rupiah kertas dan uang logam.

Perry menambahkan tujuan tersebut akan dicapai melalui penerbitan uang digital berdenominasi rupiah sebagai barang publik atau sovereign public goods berdasarkan pilihan platfom teknologi yang mampu mendukung proses penerbitan dan peredarannya.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Tags

Terkini

CIMB Niaga Finance Terbitkan Sukuk Rp1 Triliun

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:06 WIB

Indonesia Diminta Berhati-hati Kelola Makro Ekonomi

Kamis, 22 Desember 2022 | 14:49 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru Meningkat November 2022

Senin, 19 Desember 2022 | 15:07 WIB
X