• Rabu, 10 Agustus 2022

Dukung Kemenkes RI Revisi PP 109 Tahun 2012 Demi SDM Unggul Indonesia

- Jumat, 8 November 2019 | 11:25 WIB
foto : Times Indonesia
foto : Times Indonesia

Sehubungan dengan proses revisi PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan yang sedang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dengan ini, Komnas Pengendalian Tembakau yang beranggotakan 23 organisasi yang peduli pada upaya pengendalian tembakau menyatakan:

1) Mendukung dan mengapresiasi Kemenkes RI dalam upayanya melakukan revisi PP 109 Tahun 2012 sebagai usaha perlindungan masyarakat Indonesia dari dampak negatif konsumsi produk tembakau pada kesehatan. 

2) Revisi PP 109 Tahun 2012 telah menjadi hal yang amat mendesak karena beban penyakit tidak menular akibat konsumsi produk tembakau, seperti stroke, serangan jantung, dan kanker paru telah menyebabkan penderitaan masyarakat dan biaya pengobatan oleh BPJS yang semakin tidak tertanggungkan serta angka kematian yang makin meningkat. 

3) Kenaikan prevalensi perokok anak yang menyakitkan hati terutama disebabkan oleh adanya iklan, promosi, dan sponsor rokok, serta harga rokok yang sangat murah, disamping lemahnya pengawasan.

4) Melindungi anak adalah tanggung jawab bersama setiap anggota masyarakat, termasuk pelaku industri. Protes terhadap revisi PP 109 Tahun 2012 berarti protes terhadap perlindungan anak.

5) Perluasan pictorial health warning (PHW – peringatan kesehatan bergambar) dalam revisi PP 109 Tahun 2012 menjadi 90% adalah yang terbaik untuk kondisi Indonesia saat ini agar lebih efektif memenuhi hak masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan mengurangi potensi munculnya bungkus rokok dengan desain-desain yang promotif. Hal ini tidak akan mempengaruhi industri rokok seperti yang sudah terbukti di berbagai negara di dunia yang telah menerapkan aturan pengendalian tembakau yang kuat. 

6) Kejadian pemutusan hubungan kerja bukan karena adanya PP 109 Tahun 2012 melainkan karena tren mekanisasi oleh produsen rokok untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Begitu pula dengan berkurangnya jumlah produsen rokok di Indonesia adalah akibat persaingan industri kecil dengan industri raksasa yang menguasai pasar.

7) Revisi PP 109 Tahun 2012 adalah bagian dari kerja nyata yang dilakukan Kemenkes RI untuk mendukung cita-cita terwujudnya SDM Unggul sesuai fokus pembangunan Presiden Joko Widodo, demi masa depan bangsa.

Kami berharap, Kemenkes RI, dalam hal ini khususnya Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI, tetap meneguhkan motivasinya melakukan revisi PP 109 Tahun 2019 demi perlindungan masyarakat, terutama anak-anak, dari bahaya konsumsi rokok bagi kesehatan. Komnas Pengendalian Tembakau juga menghimbau masyarakat luas untuk terus mendukung pemerintah dalam setiap upayanya memberikan perlindungan kepada setiap Anak Bangsa.

Halaman:

Editor: Yenglis

Terkini

Orasi Kebudayaan Erros Djarot

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB

Perkembangan Terkini Virus Corona (COVID-19)

Senin, 6 Juni 2022 | 06:00 WIB

Green Faith for Earth Day

Selasa, 26 April 2022 | 16:00 WIB

SYIAR RAMADAN DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Derma Semeru Melalui Kuliner Nusantara

Senin, 3 Januari 2022 | 10:45 WIB

EVALUASI DAN OUTLOOK 2022 EKONOMI POLITIK INDONESIA

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:15 WIB

Bersatu dalam Karya Sastra

Jumat, 26 November 2021 | 11:00 WIB

PEMULIHAN EKONOMI DITENGAH KENAIKAN INFLASI DUNIA

Kamis, 25 November 2021 | 11:00 WIB

Malam Ini UI Gelar Syiar Maulid di MAC

Senin, 15 November 2021 | 14:00 WIB

BISNIS DIBALIK PANDEMI

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X