• Rabu, 10 Agustus 2022

Indonesia Edu-Ekopol Outlook 2020~

- Selasa, 24 Desember 2019 | 19:30 WIB
Nusantara Centre Indonesia
Nusantara Centre Indonesia

Warganegara unggul adalah warganegara berbudaya-berpendidikan. Tetapi tak sembarang budaya-pendidikan. Melainkan budaya-pendidikan yang mengakar kuat pada kebangsaannya, ideologinya dan kebijaksanaan lokal sambil terus mencipta budaya-budaya dan pendidikan baru yang kreatif, adaptif dan Indonesianis.

Karenanya, pembangunan kita bukan hanya memerlukan wujud fisik (infrastruktur). Tapi juga pembangunan kebudayaan dan kependidikan agar tujuan-tujuan besar Indonesia dapat tergapai dengan baik.

Kita tahu apa yang kita lihat, rasakan dan hasilkan sekarang adalah output dari sebuah kebudayaan dan pendidikan yang hidup di masyarakat.

Ketika seseorang lahir di dunia jadilah dia sebagai seorang penduduk sesuai dengan etnis, agama, ras atau sukunya. Melalui kebudayaan dan pendidikanlah dia akan dibentuk menjadi warganegara Indonesia unggul.

Warganegara Indonesia yang unggul pastilah memiliki keterikatan dan keterlibatan dibanding penduduk biasa. Maka, sebagai warganegara dia wajib mempertahankan tanah airnya, baik tanah air fisik (bumi tempat tinggal), tanah air formal (negara tempat dia memiliki identitas kebangsaannya) dan tanah air mental (tempat dia mengembangkan mindset).

Sayangnya kini kita sedang merasakan darurat kebangsaan utamanya pada tanah air mental. Misalnya saat dia dihadapkan pada pilihan apakah melakukan kebijakan impor hasil pertanian demi menekan harga ataukah melindungi petani sendiri dengan cara membeli dengan harga mahal dan menjual pada rakyatnya dengan harga murah, maka seorang yang membela tanah air mental sudah pasti melakukannya demi negara-bangsanya dengan melupakan keuntungan pasar.

Contoh lain adalah soal Pancasila. Karena ia adalah satu-satunya ideologi yang diakui di Indonesia, maka aneh jika Pancasila dan agama dipertentangkan. Bagi kita yang paham dan nasionalis, itu senyawa yang tinggal direalisasikan.

Sementara soal darurat tanah air fisik adalah hilangnya pengetahuan keindonesiaan dan kemaritiman dari pelajaran-pelajaran di kurikulum sekolah. Sedang darurat tanah air formal adalah banyaknya UU yang tidak sejalan dengan Pancasila (dan ini diakui berbagai pihak).

Tentu pertanyaannya, "Bagaimana mengajarkan UU jika ternyata yang diajarkan keterkaitan dengan kepancasilaannya masih harus diluruskan"?

Halaman:

Editor: Pril Huseno

Terkini

Orasi Kebudayaan Erros Djarot

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB

Perkembangan Terkini Virus Corona (COVID-19)

Senin, 6 Juni 2022 | 06:00 WIB

Green Faith for Earth Day

Selasa, 26 April 2022 | 16:00 WIB

SYIAR RAMADAN DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Derma Semeru Melalui Kuliner Nusantara

Senin, 3 Januari 2022 | 10:45 WIB

EVALUASI DAN OUTLOOK 2022 EKONOMI POLITIK INDONESIA

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:15 WIB

Bersatu dalam Karya Sastra

Jumat, 26 November 2021 | 11:00 WIB

PEMULIHAN EKONOMI DITENGAH KENAIKAN INFLASI DUNIA

Kamis, 25 November 2021 | 11:00 WIB

Malam Ini UI Gelar Syiar Maulid di MAC

Senin, 15 November 2021 | 14:00 WIB

BISNIS DIBALIK PANDEMI

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X