• Selasa, 9 Agustus 2022

Kolaborasi LIPI dan BPIP Diperlukan dalam Pengaktualisasian Nilai-nilai Pancasila

- Kamis, 21 Mei 2020 | 09:40 WIB
Sumber Foto: BPIP
Sumber Foto: BPIP

Deputi Bidang Pengkajian dan Materi (Jianri), FX Adji Samekto menghadiri FGD yang diselengarakan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya - Lembaga Ilmu Pegetahuan Indonesia (P2MB-LIPI) pada Rabu (20/05/2020) pukul 10.00 s.d 12.00 WIB.

Tema yang diangkat oleh P2MB-LIPI dalam FGD adalah “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital”. FGD dilakukan dengan mekanisme telekonferens dengan memanfaatkan aplikasi zoom meeting.

Peneliti Ahli Utama dari PMB-LIPI, Dwi Purwoko bertindak sebagai moderator. Purwoko mengutip pidato Presiden Sukarno pada 1958 yang menegaskan Pancasila sebagai alat pemersatu Bangsa Indonesia. Sejarah singkat mengenai siding BPUPK dan perkembangan Pancasila selama orde lama, orde baru sampai pascareformasi juga dirangkai sebagai pengantar diskusi.

Dalam kesempatan itu, Bapak Deputi Bidang Jianri menyampaikan materi Kebangsaan di Pusaran Globalisasi dan Radikalisme. Tema utama yang disampaikan kemudian dikaitkan dengan aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital atau yang dikenal juga dengan era milenial. 

Adji menjelaskan, dari kelima sila dalam Pancasila, sila yang akan dibahas dalam FGD ini adalah terkait kebangsaan. Kebangsaan itu adalah sikap objektif merasa senasib sepenangungan dan hidup bersama dalam suatu wilayah. 

“Diskursus kebangsaan tidak terlepas dari kebudayaan dalam arti yang luas. Kebudayaan lahir dari pengalaman fakta dan pengalaman akal, serta interaksi antara individu dengan ekosistem tempat hidupnya juga dengan individu-individu lain di tempat hidupnya”, jelasnya.

Semangat kebangsaan ini, mulai luntur di tengah himpitan globalisasi dan radikalisme terutama pascareformasi. Lunturnya semangat kebangsaan dikarenakan Pancasila sekadar diajarkan sebagai ilmu pengetahuan, dan mengabaikan nilai-nilai praksis dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi yang lahir pasca reformasi atau era-1990-an, tidak lagi mengenal Pancasila sebagai pandangan hidup Bangsanya. Inilah yang kemudian membuat mereka kemudian lebih menerima ideologi transnasional sebagai suatu kebenaran. Padahal tidak sepenuhnya ideologi transnasional itu benar adanya.

Mengembalikan atau mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di era digital atau milenial ini menjadi suatu hal yang penting untuk menumbuhkan semangat rasa kebangsaan. Namun dalam memperkenalkan nilai-nilai Pancasila, perlu diperhatikan paradigma penyampaiannya.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Orasi Kebudayaan Erros Djarot

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB

Perkembangan Terkini Virus Corona (COVID-19)

Senin, 6 Juni 2022 | 06:00 WIB

Green Faith for Earth Day

Selasa, 26 April 2022 | 16:00 WIB

SYIAR RAMADAN DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Derma Semeru Melalui Kuliner Nusantara

Senin, 3 Januari 2022 | 10:45 WIB

EVALUASI DAN OUTLOOK 2022 EKONOMI POLITIK INDONESIA

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:15 WIB

Bersatu dalam Karya Sastra

Jumat, 26 November 2021 | 11:00 WIB

PEMULIHAN EKONOMI DITENGAH KENAIKAN INFLASI DUNIA

Kamis, 25 November 2021 | 11:00 WIB

Malam Ini UI Gelar Syiar Maulid di MAC

Senin, 15 November 2021 | 14:00 WIB

BISNIS DIBALIK PANDEMI

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X