• Selasa, 9 Agustus 2022

Idul Fitri DI Yogyakarta, Warga Lakukan Lockdown

- Senin, 25 Mei 2020 | 17:30 WIB
Sumber Foto: kompas.com
Sumber Foto: kompas.com

Memasuki hari kedua hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H (25/05/2020), sebagian besar warga masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih melakukan lockdown atau pembatasan kunjungan bagi warga yang hendak berkunjung ke rumah kerabat dalam rangka silaturrahmi Hari Raya. 

Lockdown tersebut dilakukan antara lain oleh warga masyarakat di Desa Tambakbayan Babarsari Kelurahan Caturtunggal-Kecamatan Depok Sleman, Kelurahan Sardonohardjo-kecamatan Ngaglik, Sleman, Kelurahan Tamanan dan Kelurahan Baturetno-Kecamatan Banguntapan, Bantul DIY dan Kelurahan Prenggan Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

Pembatasan kunjungan dilakukan dengan melarang warga luar wilayah masing-masing untuk datang berkunjung ke rumah kerabat setempat. Hal tersebut dilakukan oleh warga dalam upaya menghindari merebaknya wabah covid-19. Namun di beberapa lokasi masih diizinkan masuk dengan protokol pencegahan yang ketat dan warga yang dibatasi jumlahnya.  

Di Yogyakarta sendiri sampai dengan 23 Mei 2020 kasus positif covid-19 bertambah lima orang sehingga total kasus menjadi 225 kasus positif di DIY.

Penambahan lima kasus tersebut tiga di antaranya dari klaster Indogrosir, Sleman DIY.

Mujimin (53 thn) tokoh warga Desa Pelem Kidul Baturetno, Kecamatan Banguntapan yang wilayahnya melakukan lockdown bagi kunjungan tamu hari raya menyatakan, pembatasan kunjungan tersebut adalah dalam rangka mencegah penumpukan banyak warga di satu lokasi yang berisiko terjangkit sebaran wabah covid-19 di wilayahnya.

“Hal itu tidak menjadi masalah dan tidak mengurangi kekhidmatan suasana Hari Raya Idul Fitri kali ini. Justru warga melakukan pembatasan karena terkait situasi dan kondisi negara yang sedang terjangkiti wabah covid-19. Silaturrahmi lebaran bisa diatasi oleh penggunaan teknologi digital HP dan lainnya. Toh ini sementara saja sifatnya” Ujar Mujimin. 

Hal senada juga dikatakan oleh Suryadi (55 th) warga masyarakat Desa Sardonohardjo, Ngaglik Sleman DIY yang meskipun tidak begitu efektif dalam mengurangi sebaran covid-19, namun mendukung dilakukannya lockdown terbatas di kampung-kampung Di DIY.

“Warga DIY punya kesadaran yang tinggi, meskipun tetap ramai beraktivitas, namun selalu mematuhi prokotol pencegahan wabah covid-19. Adanya lockdown saat ini tidak mengurangi kekhidmatan perayaan Idul Fitri 1441 H.” tandas pengusaha garment yang rajin berkeliling di wilayah DIY.  

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Terkini

Orasi Kebudayaan Erros Djarot

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB

Perkembangan Terkini Virus Corona (COVID-19)

Senin, 6 Juni 2022 | 06:00 WIB

Green Faith for Earth Day

Selasa, 26 April 2022 | 16:00 WIB

SYIAR RAMADAN DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Derma Semeru Melalui Kuliner Nusantara

Senin, 3 Januari 2022 | 10:45 WIB

EVALUASI DAN OUTLOOK 2022 EKONOMI POLITIK INDONESIA

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:15 WIB

Bersatu dalam Karya Sastra

Jumat, 26 November 2021 | 11:00 WIB

PEMULIHAN EKONOMI DITENGAH KENAIKAN INFLASI DUNIA

Kamis, 25 November 2021 | 11:00 WIB

Malam Ini UI Gelar Syiar Maulid di MAC

Senin, 15 November 2021 | 14:00 WIB

BISNIS DIBALIK PANDEMI

Kamis, 28 Oktober 2021 | 09:15 WIB
X