Pers Rilis
Delegasi Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI) di bawah pimpinan Dr. Ngatawi Al Zastrouw menghadiri upacara adat Seren Taun yang diselenggarakan oleh masyarakat Sunda Wiwitan, Cigugur, Kabupaten Kuningan. Upacara ini berlangsung selama seminggu, mulai tanggal 17-22 Juli di Paseban Tri Panca Tunggal. Delegasi MAC UI mengikuti rangkaian kegiatan adat tersebut selama tiga hari, dari tanggal 17 saat pembukaan sampai tanggal 19 Juli.
Selama kunjungannya tersebut, Tim MAC UI sempat mengikuti berbagai upacara adat, di antaranta kirab budaya Pesta Dandung pada Senin 18 Juli 2022 di Situ Hyang, Cigugur. Pesta Dadung yang sering disebut dengan ritual Budak Angon ini merupakan ritual adat peninggalan leluhur Sunda yang sarat dengan kearifan lokal. Tradisi Pesta Dandung digelar sebagai wujud ungkap syukur dengan membuang hama pada tumbuhan padi agar melimpahnya panen raya. Upacara dimulai dengan do’a, kemudian pelepasan hama dan penanaman pohon dilanjutkan dengan kirab berjalan kaki menyusuri jalan-jalan desa sambil membawa dan memukul kentongan.

Menurut Al-Zastrouw, upacara ini memiliki nilai yang sangat penting dalam menghadapi krisis lingkungan. Ini dapat dilihat dari proses upacara adat ini di antaranya melepas hama tanaman yang mengandung makna hama tidak harus dibunuh dan dimusnahkan tetapi dikendalikan, karena kalau dimusnahkan, akan mengganggu ekosistem alam. Apalagi kalau pemusnahan hama tersebut melalui pestisida, maka akan dapat merusak alam, karena menebar racun kimia. “Melalui upacara ini kita dapat menggali pengetahuan lokal masyarakat Sunda untuk menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari kehidupan manusia. Kita dapat belajar dari masyarakat adat dalam mengelola linkungan,” kata Zastrouw.
Doktor Ari Prasetiyo, salah satu delegasi, yang juga sekaligus menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (PPKB FIB UI) menambahkan bahwa hadirnya tali dalam ritual pesta merupakan simbolisasi menghubungkan kebersamaan antar masyarakat desa. Pesta Dadung kali ini dirasa sangat meriah karena kerinduan masyarakat pada acara ini setelah 2 tahun tidak diadakan dikarenakan pandemi Covid-19.
Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda S.H. , M.Si yang membuka acara tersebut merespon positif ide yang disampaikan oleh delegasi Makara Art Center Universitas Indonesia untuk mengangkat ritual adat ini melalui pementasan dan seminar yang akan diselenggarakan MAC UI. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat luas mengetahui dan memahami hakikat dari rangkaian ritual Seren Taun tersebut besera makna dan sistem pengetahuan yang ada di dalamnya.
Dalam pesta ini, hadir pula sejumlah perwakilan masyarakat adat dari berbagai daerah di Nusantara seperti Yogyakarta, Kediri, Magelang, bahkan ada yang dari provinsi di antaranya dari NTT, Kalbar. Selain mengikuti berbagai upacara adat, perwakilan masyarakat adat dari berbagai daerah ini juga menampilkan berbagai kesenian dan benda pusaka yang mereka miliki.
Sumber: Rilis Makara Art Center Universitas Indonesia