• Minggu, 2 Oktober 2022

Krisis Iklim Dapat Sebabkan Krisis Kopi

- Kamis, 8 September 2022 | 14:00 WIB
Sumber: Climate Reality Indonesia/ Amanda Katili
Sumber: Climate Reality Indonesia/ Amanda Katili

Amsterdam, 7 September 2022 - Perubahan Iklim dapat menyebabkan kopi menjadi langka. Hal ini diangkat pada sebuah talk show di Amsterdam di acara Pasar Kopi - Indonesian Coffee Market & Coffee History Exhibition yang berlangsung pada 1 - 7 September 2022.

Acara yang diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir tersebut diselenggarakan oleh Roemah Indonesia BV didukung oleh PMO Kopi Nusantara. Tujuannya  mengangkat posisi Indonesia agar menjadi aktor penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional. Selain mengupayakan pemasaran kopi dengan nilai tambah yang lebih baik agar penjualan ekspor meningkat secara signifikan, pada event ini keragaman dan kesinambungan kopi terhadap alam serta keberlanjutannya di masa depan juga dinarasikan dengan baik.

Talkshow “Climate Actions To Save Coffee” diadakan pada hari penutupan dengan menghadirkan empat nara sumber, yaitu Tantrie Soetjipto, Co-founder Womanpreneur Community; Amanda Katili, Direktur Climate Reality Indonesia yang juga Ketua Omar Niode Foundation; Laetania Belai Djandam, Youth Climate Reality Leader; serta Rinaldi Nurpratama, Co-founder Dua Coffee Shop, dengan 8 kedai kopi, salah satunya di Washington, DC, USA.

Sumber: Climate Reality Indonesia/ Amanda Katili

Analisis Stockholm Environment Institute baru-baru ini menyatakan bahwa perubahan iklim dapat mengurangi produksi kopi Arabika global sebesar 45,2% dan produksi Robusta global sebesar 23,5%. Sementara itu, Roman Grüter dkk. menulis di Jurnal Plos One bahwa penanaman kopi akan berubah pada tahun 2050 berdasarkan proyeksi dari beberapa model iklim global.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman kopi akan kurang cocok untuk dibudidayakan di daerah penghasil kopi saat ini pada tahun 2050 karena dampak perubahan iklim.

Amanda Katili mengatakan bahwa menanggapi perubahan iklim memerlukan pendekatan dua arah, yaitu mengurangi penyebabnya sehingga manusia dapat membatasi tingkat perubahan, dan beradaptasi dengan konsekuensinya sehingga lebih mudah untuk hidup dengan dampaknya.

Paparan para nara sumber di Amsterdam menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan, termasuk pelaku di industri kopi berupaya melaksanakan berbagai aksi iklim. Ini mengacu pada serangkaian kegiatan, mekanisme, maupun instrumen kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan dampaknya.

Rinaldi menunjukkan wadah kopi pada outletnya yang dapat digunakan kembali, tentunya setelah sebelumnya memberikan informasi pada pelanggan. Ia juga memberi contoh kedai kopi milik kawannya bernama Worlk Café yang tidak memakai tempat makan dan minum serta sedotan yang terbuat dari plastik.

Halaman:

Editor: Ahmad Kanedi

Tags

Terkini

Bhinneka Culture Festival

Selasa, 27 September 2022 | 10:45 WIB

Krisis Iklim Dapat Sebabkan Krisis Kopi

Kamis, 8 September 2022 | 14:00 WIB

BBM Naik, Rakyat Tercekik

Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:20 WIB

CIMB Niaga Finance Luncurkan Kampanye #DemiKamu

Rabu, 24 Agustus 2022 | 12:30 WIB

Orasi Kebudayaan Erros Djarot

Rabu, 6 Juli 2022 | 16:00 WIB

Perkembangan Terkini Virus Corona (COVID-19)

Senin, 6 Juni 2022 | 06:00 WIB

Green Faith for Earth Day

Selasa, 26 April 2022 | 16:00 WIB

SYIAR RAMADAN DI KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA

Kamis, 21 April 2022 | 10:00 WIB

Derma Semeru Melalui Kuliner Nusantara

Senin, 3 Januari 2022 | 10:45 WIB

EVALUASI DAN OUTLOOK 2022 EKONOMI POLITIK INDONESIA

Rabu, 29 Desember 2021 | 10:15 WIB
X