Tentang Kami

Tetap Berpikir Merdeka.

 

Watyutink lahir dari hasrat ingin melihat Indonesia yang lebih damai, lebih santun, dan lebih cerdas. Hal yang sama sekali tidak terefleksi dalam hiruk pikuk informasi di jagad maya. Dipicu oleh ketidakpuasan dan kegelisahan akibat menjamurnya media (terutama media online) dengan fast-paced journalism-nya yang terlalu mengejar kecepatan tayang namun abai akurasi. Hal ini membuat para pembaca kehilangan konteks dan kehilangan pemahaman informasi secara obyektif, benar, dan mencerdaskan.

Watyutink mencoba mengulas suatu isu atau topik dari berbagai sudut pandang untuk menggali opini para pakar/narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Sejumlah sahabat redaksi dan sahabat pakar Watyutink turut dilibatkan dalam mengolah sajian opini-berita. Dengan cara ini Watyutink mencoba memberikan insight dan perspektif yang lebih luas kepada pembaca.

Sajian isu dan topik yang hangat selalu kami awali dengan editorial dan sinopsis yang selalu ditutup dengan pertanyaan "Watyutink?", sebuah frase kasual khas Watyutink yang kami hadirkan untuk merangsang opini dan pemikiran yang kritis.

Bertanya secara kritis - menganalisa dari banyak sudut pandang dan bidang keilmuan - lalu memilah dan menyalurkan opini dengan tajam namun obyektif, merupakan siklus yang kami bakukan sebagai  formula. Formula yang kami bangun di redaksi ini, kami perkenalkan juga ke masyarakat, khususnya para pembaca Watyutink. Pembaca bisa mengirimkan opini yang setelah melalui proses moderasi akan ikutkami sertakan di topik yang bersangkutan.

Sudah tentu  ada pemikiran yang saling bertentangan. Tetapi kami percaya, beragam pendapat yang disampaikan secara santun, bermuatan intelektual, dan argumentatif, akan memperkaya cakrawala publik terhadap suatu persoalan. Kredo Berpikir Merdeka adalah satu langkah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Watyutink?

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus