• Selasa, 9 Agustus 2022

Ketupat, Cara Masak Ajaran Sunan Kalijaga yang Sarat Makna Kebajikan

- Rabu, 4 Mei 2022 | 14:00 WIB
Ketupat makanan khas Lebaran
Ketupat makanan khas Lebaran

Watyutink.com - Ketupat adalah salah satu makanan yang paling populer di tanah air. Makanan olahan beras yang dibungkus janur atau daun kelapa itu selalu disajikan saat Hari Raya Idul Fitri. Ketupat sudah menjadi icon Lebaran. Terasa ada yang kurang jika merayakan hari besar umat Islam itu tanpa kehadiran ketupat. 

Ketupat menjadi sesuatu yang wajib saat merayakan Idul Fitri. Tempat keramaian pun berlomba memasang ornamen ketupat untuk menyambut kedatangan para pengunjung. 

Tahukah Anda, sejak kapan ketupat dikenal sebagai makanan lebaran di Indonesia? 

Ketupat adalah makanan khas nusantara. Pasalnya di negara-negara lain makanan ini tak dikenal. Di negara Timur Tengah yang mayoritas warganya memeluk Islam, tak dijumpai ketupat saat Idul Fitri. 

Makanan ini ternyata masuk ke Nusantara bersamaan dengan datangnya para wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Para ahli sejarah memperkirakan ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Saat itu penyebar agama Islam yang makamnya berada di Kadilangu, Demak, Jawa Tengah ini memperkenalkan budaya dua kali Ba'da atau Bodo, yakni Ba'da Lebaran dan Ba'da Kupat.

Saat Ba'da Kupat yang dirayakan seminggu setelah lebaran, warga terlihat menganyam daun kelapa muda dan membuatnya menjadi kupat atau ketupat. Sunan Kalijaga mengajarkan pembuatan kupat sebagai perlambang bagi umat Islam. 

Rumitnya anyaman bungkus ketupat ini mencerminkan beragam kesalahan manusia. Setelah dibuka barulah terlihat nasi putih, yang melambangkan kebersihan dan kesucian hati setelah memohon ampunan dari segala kesalahan

Bentuk ketupat mencerminkan sebuah kesempurnaan. Hal ini terkait dengan kemenangan umat Muslim setelah berpuasa selama sebulan penuh. 
Ketupat atau kupat diartikan sebagai “laku papat” atau empat tindakan, yakni lebaran, luberan, leburan dan laburan.

Lebaran, dari kata lebar yang berarti selesai menjalani puasa. Luberan artinya melimpah hingg tumpah. Hal ini bermakna umat Islam harus menumpahkan rizkinya kepada fakir miskin.

Halaman:

Editor: Yusuf Rinaldy

Terkini

Atasi Telapak Kaki Pecah-pecah dengan Kulit Pisang

Jumat, 5 Agustus 2022 | 16:00 WIB

5 Agustus, Hari Lampu Lalu Lintas Internasional

Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:30 WIB

Tips Aman Makan Daging Kambing Saat Idul Adha

Kamis, 28 Juli 2022 | 15:00 WIB
X